JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kalapas Sukamiskin Kena OTT, Sudirman Said: Saya Betul-betul Cemas

21 Juli 2018, 16:13:26 WIB | Editor: Estu Suryowati
Kalapas Sukamiskin Kena OTT, Sudirman Said: Saya Betul-betul Cemas
Ilustrasi: Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti uang suap hasil operasi tangkap tangan (OTT) Wakl Ketua Komisi VII DPR RI Eni Saragih, beberapa waktu lalu. (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kepala Lapas (Kapalas) Sukamismin Wahid Husen terjaring dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎. Wahid Husen diduga menerima suap dari para narapidana kasus korupsi.

Mendengar hal itu, mantan pegiat anti-korupsi Sudirman Said mengaku cemas. Menurutnya, penjara merupakan pertahanan terakhir dalam kasus hukum. Namun kenyataanya, di Lapas Sukamiskin terjadi pelanggaran hukum seperti kasus yang menjerat Wahid Husen itu.

"Kalau lapas dianggap sebagai pertahanan terakhir penegakan hukum kalau jebol begitu (adanya OTT) saya betul-betul cemas dari sisi penegakan hukum sangat memprihatinkan," ujar Sudirman Said dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (21/7).

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini juga mengeluhkan modus narapidana kasus korupsi menggunakan surat sakit agar bisa kontrol ke dokter. Dia pun khawatir profesionalitas dokter dipertaruhkan hanya karena kasus korupsi.

"Di kasus Setnov juga dokter tidak dipercaya sepenuhnya. Jadi, profesi-profesi normal sudah dijebolkan oleh praktik korupsi," katanya.

Penantang Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng ini berharap agar kasus Kalapas Sukamiskin menjadi pelajaran semua pihak. "Mudah-mudahan Sukamiskin ini bisa jadi pelajaran," pungkasnya.

‎Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode Muhmmad Syarief membenarkan adanya kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen dan lima pihak lain.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan uang tunai rupiah, valas dan kendaraan. Namun, Syarief belum bisa menyebutkan berapa jumlahnya.

Saat ini katanya, enam orang yang diamankan sudah dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sebagaimana ketentuan dalam KUHAP, KPK diberikan waktu paling lama 24 jam sebelum penentuan status hukum pihak yang diamankan.

(gwn/JPC)

Alur Cerita Berita

Saung Mewah Lapas Sukamiskin Akan Dibongkar 21 Juli 2018, 16:13:26 WIB
Kalapas Sukamiskin Ditetapkan Tersangka 21 Juli 2018, 16:13:26 WIB
ICW: Bubarkan Penjara Koruptor 21 Juli 2018, 16:13:26 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up