JawaPos Radar

Ditahan, Kalapas Sukamiskin dan Suami Inneke Diam Seribu Bahasa

21/07/2018, 23:20 WIB | Editor: Kuswandi
Wahid Husein
Kalapas Sukamiskin Wahid Husein ketika akan menjalani penahanan perdana, Sabtu (21/7) malam (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Usai ditetapkan tersangka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein. Wahid ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Cabang KPK Kavling K-4.

Menanggapi penahanannya, Wahid yang keluar dari ruang  pemeriksaan sekitar pukul 21.55 WIB dengan mengenakan kaos biru, jaket merah, lengkap dengan rompi tahanan oranye, memilih bungkam ketika dicecar beragam pertanyaan oleh awak media. Tampak raut mukanya kelihatan sedih dan kuyu usai menjalani pemeriksaan intensif dalam waktu 1x24 jam.

Aksi bungkam juga dilakukan Fahmi Darmawansyah, suami dari artis cantik Inneke Koesherawati. Fahmi yang keluar dengan mengenakan rompi oranye untuk kedua kalinya sekitar pukul 21:50 WIB, hanya diam seribu bahasa, kendati dicecar beragam pertanyaan oleh awak media. Dia tampak terus menunduk saat kamera video dan blits kamera fotografer  membidiknya. Hal serupa juga dilakukan kedua pihak yang juga menjadi pasien baru KPK, yakni Wahid dan Hendri. Keduanya memilih jurus yang sama.

Fahmi Darmawansyah
Fahmi Darmawansyah, berjalan melewati kerumunan wartawan ketika akan kembali dijebloskan ke tahanan, Sabtu (21/7) (Miftahul Hayat/ Jawa Pos)

"Ditahan 20 hari pertama, Fahmi Rutan Polres Jakpus, Andri di Rutan Polres Jaktim, Wahid Rutan Cab KPK di Kav K-4 dan Hendri Rutan Cab KPK di Guntur," ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Sabtu (21/7).

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Wahid Husein yang baru menjabat sejak bulan Maret 2018 sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pemberian fasilitas, pemberian perizinan, maupun pemberian lainnya di Lapas Sukamiskin. 

“Setelah melakukan pemeriksaan dan dilanjutkan gelar perkara dalam waktu 1x24 jam disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh penyelenggara megara dengan maksud supaya penyelenggara negara tersebut berbuat terkait dengan pemberian fasilitas, pemberian perizinan ataupun pemberian lainnya di LP Klas 1 Sukamiskin,” ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7)

Selain Wahid, KPK juga menetapkan beberapa pihak lain sebagai tersangka. Mereka antara lain, Hendry Saputra (staf Wahid), Fahmi Darmawansyah (terpidana korupsi/suami Inneke Koesherawati) dan Andri Rahmat (tahanan pendamping Fahmi).

Sebagai pihak penerima, Wahid Husein dan Henry Saputra disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 128 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan Fahmi, suami Inneke dan Andi Rahmat sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up