JawaPos Radar

Kalapas Sukamiskin Ditangkap KPK

Banyak Penyimpangan, KPK Imbau Kemenkumham Perbaiki Sistem Lapas

21/07/2018, 21:57 WIB | Editor: Kuswandi
Kulkas di sel
Sebuah kulkas berada di sel terpidana korupsi. Fasilitas mewah di dalam sel ini ditemukan KPK usai menangkap Kalapas Sukamiskin dan terpidana korupsi Fahmi Darmawansyah, Sabtu (21/7) (Mifathul Hayat/ Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief menyebut adanya OTT yang dilakukan di Lapas Sukamiskin membenarkan rumor yang beredar di kalangan publik, yakni fasilitas mewah yang didapatkan bagi para narapidana korupsi.

Lembaga antirasuah ini juga menyesalkan adanya penyalahgunaan kewenangan dan kegiatan yang menyimpang dari keadilan hukum yang ada di Indonesia. Karena, rumor yang beredar bukan lagi isapan jempol belaka.

"Hal ini seakan membuktikan sebagian rumor dan informasi yang berkembang di masyarakat selama ini terkait sel mewah koruptor di Lapas Sukamiskin, "jual beli" kamar, "jual beli" izin sehingga narapidana dapat keluar masuk lapas dengan mudah," ungkapnya saat menggelar konpers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabru (21/7).

AC di sel
Sebuah mesin pendingin udara berada di sel tahanan korupsi. Fasilitas mewah di dalam sel ini ditemukan KPK usai menangkap Kalapas Sukamiskin dan terpidana korupsi Fahmi Darmawansyah, Sabtu (21/7) (Miftahul Hayat/ Jawa Pos)

Dari terungkapnya kasus ini, Syarief menyebut adanya hak-hak warga binaan di Lapas yang disalahgunakan dan menjadi bisnis oknum di Lapas. Dia juga menjelaskan perlakuan mewah yang diterima narapidana koruptor di Lapas Sukamiskin seperti kepemilikan alat komunikasi (handphone), jam besuk narapidana yang lebih lama, fasilitas tambahan dalam sel/kamar napi.

"Belum lagi KPK juga menemukan sejumlah penyimpangan dan perlakuan diskriminatif yang diberikan kepada sejumlah pihak karena menyetor sejumlah uang untuk menerima fasilitas tambahan dalam sel atau kamar," tukasnya.

Untuk itu, lembaga antirasuah ini meminta kepada Menkumham, Ditjen Pas dan Sekjen Kemenkumham untuk serius perbaiki sistem pemasyarakatan di Lapas Sukamiskin juga di lapas lain yang ada di Indonesia.

"Kami minta tiga itu untuk betul fokus memperbaiki reformasi, kami juga KPK siap membantu kalau dibutuhkan," tegasnya.

"KPK berharap apa yang kami temukan tersebut menjadi titik awal perbaikan sistem permasyarakatan, mulai dari pembinaan, pengamanan dan pembimbingan narapidana di lapas di seluruh Indonesia ke depannya, khususnya di Lapas Sukamiskin ini," tutupnya.

(ipp/JPC)

Alur Cerita Berita

ICW: Bubarkan Penjara Koruptor 21/07/2018, 21:57 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up