Tak Kunjung Pecat Irjen Napoleon, Ini Alasan Polri

21 Mei 2022, 15:12:11 WIB

JawaPos.com – Polri tak kunjung memecat mantan Kadiv Hubinter Irjen Pol Napoleon Bonaparte. Padahal Mahkamah Agung (MA) telah menolak kasasi Napoleon dalam kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, proses sidak kode etik kepada Napoleon menunggu seluruh kasusnya berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Pasalnya Napoleon dijerat dalam 3 kasus berbeda.

“Iya (tunggu semua kasusnya inkracht), ada putusan dari pengadilan pidananya atau pengadilan negerinya,” kata Gatot kepada wartawan, Jumat (20/5).

Gatot memastikan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri akan melakukan sidang kode etik terhadap Napoleon. Namun, terkait waktunya belum dapat dipastikan.

“Tentunya setelah dapat inkracht dari putusan pengadilan yang nanti akan dikenakan kepada Pak Napoleon,” jelasnya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan Irjen Pol Napoleon Bonaparte. Dia tetap divonis 4 tahun dalam kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Vonis kasasi diputuskan pada 3 November 2021. Putusan ini sekaligus menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang menghukum Napoleon 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara.

Napoleon juga menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus suap dan penghapusan red notice Djoko Tjandra. Napoleon terbukti menerima suap dari Djoko Tjandra senilai SG$200 ribu atau sekitar Rp 2.145.743.167 dan USD 370 ribu sekitar Rp 5.148.180.000. Kasus ini sampai sekarang masih dalam proses persidangan.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri resmi menetapkan Irjen Pol Napoleon Bonaparte sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap Muhammad Kosman alias Muhammad Kece. Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads