alexametrics

Diduga Fasilitasi Demonstran, Sekretaris Yayasan Al Ittihad Diamankan

21 Mei 2019, 18:58:55 WIB

JawaPos.com – Sekretaris Umum Yayasan Bina Sarana Al Ittihad Tebet, Jakarta Selatan Budiono dikabarkan diciduk polisi. Dia diduga memfasilitasi sekelompok orang yang akan menggelar demonstrasi terkait hasil pemilu pada 22 Mei 2019 besok.

Kapolsek Tebet, Komisaris Polisi Eko Mulyadi membenarkan ada kejadian ini. Namun, dia menegaskan bukan pihaknya yang melakukan penangkapan, melainkan pihak Polda Metro Jaya atau Bareskrim Mabes Polri.

“Informasi dari Kanit saya sih gitu (ada penangkapan Budiono),” kata Eko saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (21/5).

Budiono diduga diamankan karena hendak menjadikan Masjid Raya Al Ittihad untuk menampung massa yang akan ikut unjuk rasa 22 Mei 2019. Sementara itu, Wakil Sekretaris Yayasan Bina Sarana Al Ittihad, Rustam Amiruddin juga turut memberi keterangan atas peristiwa ini. Dari pengakuannya penangkapan terjadi pada Senin (20/5) tengah malam lalu.

Namun, dia mengaku tak bisa berkata lebih jauh. Hal tersebut karena hingga kini kasus masih ditangani polisi.

“Pokoknya saya belum bisa beri keterangan (lebih lanjut),” kata Rustam.

Rustam menerangkan, Budiono dijemput oleh sekitar 15 anggota polisi menggunakan tiga mobil. “Langsung masuk ke kamar, ambil beberapa barang untuk dijadikan barang bukti. Itu yang dibawa berupa handphone,” jelasnya.

Pengamanan jalan ke arah Gedung KPU RI, Selasa (21/5). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

Meski begitu, Rustam membantah tuduhan takmir masjid Al Ittihad itu menampung massa untuk unjuk rasa. Bahkan info yang beredar belakangan itu merupakan kabar lama.

Dia memastikan masjid Al Ittihaad tidak terlibat dengan rencana demonstrasi di depan kantor KPU RI. “Kami termasuk salah satu masjid yang menampung dari luar kota, tapi kan itu waktu aksi 411, 212,” pungkasnya.

Diketahui, pada 22 Mei 2019 diperkirakan akan ada aksi massa terkait hasil pemilu 2019. Polda Metro Jaya sendiri telah menerima 6 surat izin unjuk rasa di sejumlah lokasi di DKI Jakarta. Aparat keamanan juga telah menyiapkan setidaknya 36 ribu pasukan gabungan untuk melakukan pengamanan di sejumlah objek vital.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Sabik Aji Taufan