alexametrics

Gerah Aksi Terorisme Dibilang Rekayasa, Petinggi Polri Tantang Ini

21 Mei 2018, 15:00:08 WIB

JawaPos.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) geram bukan kepalang kepada pihak-pihak yang menyebut rangkaian aksi terorisme merupakan rekayasa. Apalagi faktanya, banyak korban yang berjatuhan beberapa waktu terakhir.

“Jadi kalau ada yang bilang rekayasa, sutradara sehebat apa pun dari Hollywood nggak bisa merekayasa kasus Bom Thamrin, (penyerangan di) Mako Brimob, (bom di) Surabaya, Sidoarjo, (dan Mapolda) Riau,” ujar Karopemnas Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal di kantornya, Senin (21/5).

Dia menerangkan, Kepolisian sudah sangat detail dalam melakukan penyidikan. Mulai dari mengumpulkan seluruh alat bukti dan petunjuk dari tempat kejadian perkara.

Gerah Aksi Terorisme Dibilang Rekayasa, Petinggi Polri Tantang Ini
Serangan teroris di tiga gereja di Surabaya. Para teroris melakukan aksi bom bunuh diri. (istimewa)

Kemudian memeriksa beberapa saksi guna membuat penyidikan lebih terang. Bahkan semua yang dikumpulkan polisi itu diuji hingga di persidangan.

“Sidang terbuka untuk umum, tidak ada ditutupi,” tegas Iqbal.

Oleh karena itu, dia menantang pihak-pihak yang mengatakan serangkaian aksi terorisme itu rekayasa untuk menunjukkan bukti. Termasuk yang mengatakan bahwa mantan terpidana terorisme Sofyan Tsauri sebenarnya intelijen Polri untuk menyusup ke jaringan teroris.

“Polri tidak nyaman dengan cap rekayasa. Siapa pun yang menyebutkan rekayasa, kami tunggu bukti. Sofyan Tsauri intelijen, mana buktinya?” kata Iqbal.

Dia menyebut, sejauh ini beberapa orang yang menyebarkan bahwa aksi teror merupakan rekayasa sudah ditangkap pihak Kepolisian. Mereka pun terbukti secara hukum melakukan ujaran kebencian serta menyebarkan berita bohong.

Iqbal berharap ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial. Sebab, sangat jauh berbeda antara mengemukakan pendapat dan menyatakan ujaran kebencian.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (dna/ce1/JPC)


Close Ads
Gerah Aksi Terorisme Dibilang Rekayasa, Petinggi Polri Tantang Ini