alexametrics

Anak Buah Tito Tak Tahu Saldo First Travel Menyusut jadi Rp 1,3 Juta

21 April 2018, 09:47:56 WIB

JawaPos.com – Mabes Polri membantah pernyataan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPAK) Kiagus Ahmad bahwa sisa rekening PT First Travel (FT) menyusut dari Rp 7 miliar menjadi Rp 1,3 juta. Kiagus meminta awak media menanyakan hal ini kepada pihak Polri yang menangani kasus FT.

Menanggapi pernyataan Kiagus, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan, pihaknya sudah menyerahkan seluruh uang sitaan FT ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Setyo mengatakan, bahkan uang sitaan yang diserahkan itu nominalnya lebih dari Rp 7 miliar.

“Penyidik sudah memberikan kepada JPU sebesar Rp 8,9 miliar. Bukan Rp 7 miliar, sisa Rp 1,3 juta seperti yang beredar,” kata Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jumat (20/4).

Penyerahan barang bukti itu dilakukan pada 16 Januari, antara Kompol Wiranto sebagai pihak yang menyerahkan dan Tya Sarah Lenggageni, pihak JPU yang menerima. Rincian barang bukti yang diserahkan yaitu uang sebesar Rp 4.189.930.409 yang ditransfer melalui rekening BRI Cabang Depok ke rekening Kejari Depok.

Kemudian, uang tunai sebesar Rp 240.191.047, dan uang tunai senilai USD 346.393 atau setara Rp 4.503.109.000. Dengan demikian, lanjut Setyo, tidak mungkin pihaknya memegang sisa uang FT. Apalagi kasus itu sudah dimejahijaukan.

“Kalau sudah di pengadilan, ya uangnya sudah tidak di polisi. Itu di JPU,” tegasnya.

Menurut Setyo, jika memang ada kejanggalan saldo antara sebelum dan setelah rekening FT dibekukan, maka bisa dibuat laporan baru lagi ke polisi. “Bila uang itu tidak ada, silakan buat laporan baru lagi untuk diselidiki. Karena itu sudah masuk pada kewenangan JPU,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam persidangan kasus dugaan penipuan yang dilakukan biro perjalanan umrah FT, disebutkan sisa saldo rekening hanya Rp 1,3 juta. Padahal kata Kiagus, saat rekening dibekukan, jumlahnya mencapai Rp 7 miliar.

Kiagus mengatakan, rekening FT bercampur dengan rekening pribadi. Sehingga sangat mungkin berkurang setelah dipisahkan. Dia pun meminta agar hal ini ditanyakan ke penyidik yang membekukan rekening tersebut.

“Makanya tanya ke sana (penyidik) karena yang membuka atau membekukan itu teman-teman di sana. Kami kan nggak tahu itu Rp 7 miliar diapakan. Terus, itu penjelasan anggota (sisa saldo hanya) Rp 1,3 juta. Kami kan nggak ikut sidangnya,” ucap Kiagus.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (dna/ce1/JPC)



Close Ads
Anak Buah Tito Tak Tahu Saldo First Travel Menyusut jadi Rp 1,3 Juta