alexametrics

Karen Klaim Kasus yang Menjeratnya Sudah Diatur

21 Maret 2019, 17:15:43 WIB

JawaPos.com – Eks Dirut PT Pertamina (persero) Karen Agustiawan mengklaim ada rekayasa dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat dirinya. Dia mensinyalir dalam kasus dugaan korupsi terkait akuisisi Blok Basker Manta Gummy (BMG) di Australia itu hanya menyasar orang tertentu. Hal itu terkesan kasus tersebut sudah diatur.

“Saya jadi bingung apakah persidangan ini sudah diset supaya direksi masuk penjara. Tapi dipilah-pilah juga direksinya. Hanya Bu Karen dan Pak Fere (Ferederick Siahaan, mantan direktur keuangan Pertamina),” kata Karen di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (21/3).

Menurut Karen, jaksa penuntut umum (JPU) terkesan memilah bukti yang diajukan ke persidangan. Di antaranya soal keputusan melakukan pelepasan (withdrawal) participating interest 10 persen dari Blok BMG.

Dijelaskannya, keputusan pelepasan itu tidak muncul begitu saja. Rencana pelepasan aset tersebuut berawal dari usulan Pertamina Hulu Energi, anak usaha Pertamina, yang jadi pengelola Blok BMG.

Lantas direksi meneruskan usulan tersebut ke komisaris. Komisaris pun meneruskan usulan itu ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). RUPS mempersilakan komisaris untuk memberi persetujuan, lantaran nilai akuisisi participating interest blok BMG hanya USD 30 juta. “Jadi silakan disetujui saja oleh komisaris tidak perlu ke RUPS,” ucap Karen.

Lalu komisaris mengirimkan surat kepada direksi Pertamina. Inti surat itu mengatakan, jika pada batas waktu 23 Agustus 2013 proses divestasi gagal maka pelepasan aset bisa dilakukan.

Pada kenyataannya, imbuh Karen, yang dijadikan barang bukti oleh JPU hanyalah surat dari Karen kepada PHE untuk melakukan pelepasan aset.

“Dan apa yang terjadi? Barang bukti yang dimasukkan ke dalam persidangan hanya surat perintah saya ke PHE untuk withdrawal. Jadi prosesnya dari bawah ke atas tidak dijadikan barang bukti,” jelasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads
Karen Klaim Kasus yang Menjeratnya Sudah Diatur