KPK Amankan Bukti Uang Rp 140 Juta saat OTT Hakim PN Surabaya

21 Januari 2022, 05:25:24 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang Rp 140 juta dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/1) kemarin. Uang ratusan juta itu diduga untuk menyuap Hakim PN Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain Itong Isnaeni Hidayat, KPK juga menetapkan panitera pengganti pada Pengadilan Negeri Surabaya, Hamdan sebagai tersangka penerima suap. Sementara itu sebagai pihak pemberi yakni, Hendro Kasiono selaku pengacara dari PT. Soyu Giri Primedika (GSP).

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menyampaikan, Itong Isnaeni Hidayat melalui Hamdan dalam pengurusan perkara. Karena, Itong bersedia mengamini permintaan Hendro tetapi dengan adanya pemberian uang.

“Jumlah uang yang berhasil diamankan sebesar Rp 140 juta sebagai tanda jadi awal bahwa Itong Isnaeni nantinya akan mememenuhi keinginan Hendro Kasiono terkait permohonan pembubaran PT SGP,” kata Nawawi dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/1).

Nawawi lantas menjelaskan kronologi OTT yang kini menjerat Hakim Itong Isnaeni. Dia menyebut, operasi senyap ini merupakan salah satu bentuk komitmen nyata KPK untuk merespon laporan masyarakat, KPK menerima informasi mengenai adanya dugaan penyerahan sejumlah uang kepada Hakim terkait penanganan perkara dari pihak kuasa hukum pemohon yaitu Hendro Kasiono.

Menurut Nawawi, pada Rabu (19/1) sekitar pukul 13.30 WIB, KPK mendapat informasi ada penyerahan sejumlah uang dalam bentuk tunai dari Hendro Kasiono kepada Hamdan sebagai representasi Itong Isnaeni Hidayat di salah satu area parkir pada kantor Pengadilan Negeri Surabaya.

“Tidak berapa lama kemudian, Tim KPK langsung mengamankan Hendro dan Hamdan beserta sejumlah uang yang sebelumnya telah diterima Hamdan dan kemudian dibawa ke Polsek Genteng untuk dilakukan pemeriksaan,” papar Nawawi.

Secara terpisah, Tim KPK juga langsung mencari dan mengamankan Itong Isnaeni dan AP untuk kembali dibawa ke Polsek Genteng guna dilakukan permintaan keterangan. Para pihak yang diamankan beserta barang bukti kemudian dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan digedung Merah Putih KPK.

“Adapun jumlah uang yang berhasil diamankan sebesar Rp 140 juta sebagai tanda jadi awal bahwa Itong Isnaeni nantinya akan mememenuhi keinginan Hendro terkait permohonan pembubaran PT SGP,” ungkap Nawawi.

Sebagai pemberi Hendro Kasiono disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara itu sebagai pihak penerima, Hamdan dan Itong Isnaeni Hidayat disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

 

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: