alexametrics

Demi Menang Perkara, Penyuap Itong Isnaeni Siapkan Upeti Rp 1,3 Miliar

21 Januari 2022, 09:54:33 WIB

JawaPos.com – Penyuap hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang juga pengacara dari PT. Soyu Giri Primedika (SGP), Hendro Kasiono diduga menyiapkan uang Rp 1,3 miliar untuk memenangkan perkara sampai ke tingkat Mahkamah Agung (MA). Penyebutan uang itu pun disamarkan dengan istilah ‘upeti’.

Perkara ini telah menjerat Hakim (PN) Surabaya Itong Isnaeni Hidayat dan panitera pengganti, Hamdan sebagai tersangka penerima suap. Sementara sebagai pihak pemberi, Hendro Kasiono juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Diduga uang yang disiapkan untuk mengurus perkara ini sejumlah sekitar Rp 1,3 miliar dimulai dari tingkat putusan Pengadilan Negeri sampai tingkat putusan Mahkamah Agung,” kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/1) malam.

Menindaklanjuti realiasi dari uang senilai Rp 1,3 miliar, Hendro Kasiono menemui panitera pengganti Hamdan. Dalam pertemuan itu, ia meminta agar hakim yang menangani perkara bisa membubarkan PT. SGP.

Hendro membangun komunikasi lanjutan dengan Hamdan untuk memastikan agar perkara kliennya tersebut bisa menang di Pengadilan. Dia selalu menghubungi Hamdan melalui sambungan telepon, untuk membicarakan penyiapan ‘upeti.

“Tersangka Hendro Kasiono diduga berulang kali menjalin komunikasi diantaranya melalui sambungan telepon dengan tersangka Hamdang dengan mengunakan istilah ‘upeti’ untuk menyamarkan maksud dari pemberian uang,” ungkap Nawawi.

KPK menduga, setiap hasil komunikasi antara Hamdan dengan Hendro selalu disampaikan kepada Itong Isnaeni. Pemberian suap itu bertujuan, agar PT. SGP dibubarkan dengan nilai aset yang bisa dibagi sejumlah Rp 50 miliar.

“Tersangka Hamdan lalu menyampaikan keinginan tersangka Hendro Kasiono kepada tersangka Itong Isnaeni Hidayat dan menyatakan bersedia dengan adanya imbalan sejumlah uang,” papar Nawawi.

Sebagai pemberi Hendro Kasiono disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara itu sebagai pihak penerima, Hamdan dan Itong Isnaeni Hidayat disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads