alexametrics

Dalami Korupsi BPJS TK, Kejagung Periksa Deputi Direktur Penyertaan

21 Januari 2021, 23:13:03 WIB

JawaPos.com – Tim penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung terus mendalami dugaan korupsi pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi oleh Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Penyidik Jam Pidsus Kejagung telah memeriksa Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan berinisial S.

“Memeriksa terhadap satu orang sebagai saksi yaitu S selaku Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Kamis (21/1).

Leonard menyampaikan, hingga kini tim Jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah memeriksa 15 orang saksi. Hal ini dilakukan untuk guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti kasua tersebut.

“Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang dugaan korupsi pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi oleh BPJS Ketenagakerjaan,” tegas Leonard.

Kendati demikian, hingga kini Jam Pidsus Kejagung belum membeberkan adanya seorang yang ditetapkan tersangka dalam perkara ini. Karena diduga perkara dugaan korupsi pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sudah pada tahap penyidikan.

Sebelumnya, tim penyidik Kejagung telah melakukan penggeledahan di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan pada Senin (18/1). Tim penyidik Kejagung menyita dokumen usai menggeledah kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan di kawasan Jakarta Selatan. Dokumen tersebut diduga berkaitan dengan dugaan korupsi pada pengelolan keuangan dan dana investasi oleh PT. BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagaimana diketahui, Penyidik Jampidsus Kejagung sedang menelusuri dugaan korupsi pada pengelolan keuangan dan dana investasi oleh PT. BPJS Ketenagakerjaan. Diduga nilai kasus korupsi yang terjadi mencapai triliunan rupiah, namun hingga kini belum ada tersangka dalam kasus tersebut.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan




Close Ads