alexametrics

Heru Hidayat Minta Jaksa Tak Halalkan Segala Cara untuk Menuntut Mati

20 Desember 2021, 16:34:49 WIB

JawaPos.com – Terdakwa dugaan korupsi PT ASABRI, Heru Hidayat menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung kehabisan akal menuntut pidana mati. Tim kuasa hukum Heru, Kresna Hutauruk menuturkan dalam repliknya JPU menggunakan dalil putusan pengadilan yang sudah dibatalkan dalam putusan kasasi.

“Kami sangat menyayangkan tindakan JPU yang menggunakan dalil putusan Pengadilan Negeri yang sudah dibatalkan oleh Putusan Kasasi hanya untuk memaksakan tuntutan di uar dakwaan, yang jelas menyimpang. Ini menunjukkan JPU sudah kehabisan akal,” kata Kresna di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (21/12).

Menurutnya, tidak ada hal baru dalam replik JPU selain mengulang apa yang dituangkan dalam surat dakwaan Heru Hidayat. Satu-satunya hal baru dalam replik Jaksa hanya mengutip putusan Pengadilan Negeri dalam perkara Susi Tur Andayani di mana hakim memutus di luar dakwaan.

Dia mengutarakan, JPU lupa atau memang sengaja mengabaikan fakta bahwa putusan Susi tersebut sudah dibatalkan oleh putusan kasasi. Karena hakim memutuskan di luar dakwaan.

“Dalam duplik, kami sudah membantah dalil JPU tersebut sebab Putusan Pengadilan Negeri perkara tersebut sudah dibatalkan oleh putusan kasasi yang berkekuatan hukum tetap dengan alasan pemeriksaan di sidang Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi dan musyawarah majelis hakim didasarkan atas surat dakwaan jaksa,” ungkap Kresna.

Menurut Kresna, Jaksa seharusnya tidak menyesatkan masyarakat dengan memaksakan sesuatu yang berada di luar koridor hukum. Tuntutan pidana mati terhadap Heru Hidayat, jelas melanggar aturan dan berlebihan karena menuntut di luar dakwaan.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: