alexametrics

KPK Temukan Dugaan Mahar Politik Saat Pilkada Serentak 2018

20 Desember 2018, 05:30:33 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya temuan terkait mahar politik saat Pilkada Serentak 2018. Data tersebut didapat usai membuat survei Benturan Kepentingan Pendanaan Pilkada 2018.

KPK menemukan data calon kepala daerah yang memberi mahar kepada partai politik. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, sebanyak 20 responden mengaku memberikan mahar kepada partai politik sebelum maju menjadi seorang kepala daerah.

“Di tahun politik ini, KPK mengeluarkan survei Benturan Kepentingan Pendanaan Pilkada 2018. Survei ini menemukan 20 responden mengakui membayar mahar kepada partai politik,” katanya pada awak media di KPK, Rabu (19/12)

Lebih lanjut, dia mengungkapkan besaran mahar yang diberikan calon kepala daerah berkisar antara Rp 50 juta sampai Rp 500 juta. E mengakuinya pemberian mahar itu merupakan sebuah kesepakatan.

“Besaran mahar yang dibayarkan berkisar antara Rp 50 juta sampai Rp 500 juta per kursi yang merupakan kesepakatan antara partai dan pasangan calon kepala daerah,” tegasnya.

Menurut mantan hakim Tipikor itu, tingginya biaya mahar ini tidak sebanding dengan kemampuan finansial yang dimiliki calon kepala daerah. Akibatnya, calon kepala daerah mencari sumber-sumber dana untuk mendukung rencananya maju pilkada.

“Para calon kepala daerah mencari bantuan biaya dari donatur. Profil penyumbang didominasi pengusaha,” ucap Alex.
.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (ipp/JPC)

KPK Temukan Dugaan Mahar Politik Saat Pilkada Serentak 2018