alexametrics

KPK Eksekusi Eks Pejabat Kemendagri Irman ke Lapas Sukamiskin

20 November 2020, 18:21:17 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin. Dia dieksekusi
terkait korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Irman akan menjalani hukuman 12 tahun penjara sebagaimana putusan peninjauan kembali (PK).

“Kamis (19/11/2020) Jaksa Eksekusi KPK Andry Prihandono telah melaksanakan Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung RI Nomor 280 PK/Pid.Sus/2020 tanggal 21 September 2020 atas nama Terpidana Irman, dengan cara memasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin Bandung, untuk menjalani pidana penjara selama 12 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (20/11).

Hukuman Irman dipotong dari 15 tahun penjara berdasarkan putusan kasasi, menjadi 12 tahun berdasar pada putusan PK. Namun, Irman tetap dinyatakan terbukti secara dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

“Dibebani juga untuk membayar denda sebesar Rp 500 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 8 bulan,” ujar Ali.

Baca juga: MA Pangkas Hukuman Dua Mantan Pejabat Kemendagri dalam Kasus E-KTP

Selain itu, Irman juga dijatuhkan pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sebesar USD 500.000 dan Rp 1 miliar dikompensasikan dengan uang yang sudah dikembalikan kepada KPK sebesar USD 300.000. Jika terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama satu bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama 5 tahun,” tegas Ali.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads