alexametrics

74 Terduga Teroris Ditangkap, DPR: Deradikalisasi Belum Maksimal

20 November 2019, 16:51:55 WIB

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Pol, Idham Azis mengungkapkan telah menangkap 74 orang terduga teroris dari kasus serangan bom bunuh diri di Medan, dan penusukan terhadap mantan Menteri Koordinator Po‎litik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto di Banten beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi III DPR‎, Herman Hery‎ mengatakan ditangkapnya 74 terduga teroris ini menunjukan belum maksimalnya program deradikalisasi. Sehingga hal ini perlu dijadikan perhatian serius. Harus segera dicari solusinya. “Program-program deradikalisasi sepertinya sudah berusaha maksimal, tapi hasilnya belum maksimal,” ujar Herman di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/11).

Oleh sebab itu politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini akan mengusulkan diadakannya rapat bersama. Komisi III DPR akan mencoba mengundang dari Badan Intelijen Negara, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Polri.

Menurut Herman, rapat gabungan itu perlu dilakukungan. Hal ini mengingat banyaknya orang yang terduga teroris ditangkap oleh pihak kepolisian dari provinsi yang berbeda-beda. “Jadi itu nanti dalam rapat kita adakan bersama rapat Komisi III mengundang BIN, BNPT dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis,” katanya.

Sebelumnya diketahui, ‎Kapolri Jenderal Pol, Idham Azis mengatakan dari dua kejadian tersebut kepolisian sudah menangkap 74 terduga teroris. Sehingga polisi akan terus mengejar orang-orang yang terinfeksi sebagai penebar teror.

Idham merinci penangkapan tersebut tersebar di sepuluh provinsi di Indonesia. Misalnya di Sumatera Utara ada 30 orang, Jawa Barat 11 orang, Jawa Tengah 11 orang, Pekanbaru lima orang, Banten lima orang, Kalimantan timur empat orang, DKI Jakarta tiga orang, Aceh dua orang, Jawa Timur dua orang, Sulawesi Selatan satu orang. “Sampai saat ini anak-anak dari Densus masih terus bergerak,” ujar Idham di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/11).

Dua peristiwa, penusukan terhadap Wiranto dan bom bunuh diri di Medan sudah diketahui mereka berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Sebanyak 74 orang itu terpapar melalui media sosial. “Sehingga memiliki tujuan menyerang pemerintah dan aparat kepolisian karena dianggap sebagai thogut,” ungkapnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads