alexametrics

Sore Ini Bupati Kuansing Tiba di Gedung Merah Putih KPK

20 Oktober 2021, 12:57:03 WIB

JawaPos.com – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra diterbangkan dari Provinsi Riau pada Rabu (20/10). Politikus Golkar itu direncanakan tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 17.00 WIB.

“Bupati Kuansing pakai pesawat jam 3 sore, prediksi tiba di Jakarta jam 5,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (20/10).

Bupati Kuantan Singingi Andi Putra dan General PT. Adimulia Agrolestari, Sudarso tidak dipajang dalam konferensi pers penetapan tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (19/10) malam. Hal ini berbeda dengan konferensi pers OTT KPK lainnya, karena setiap penetapan tersangka lembaga antirasuah memajang para tersangka.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menyampaikan, tidak dipajangnya para tersangka dalam konferensi pers terdapat masalah teknis. Terhalang jarak yang jauh, dan efisiensi waktu sehingga KPK mengumumkan lebih dulu penetapan tersangka.

“Memang hari ini kita belum menghadirkan sebagaimana keputusan pimpinan tentang menghadirkan orang saat penetapan tersangka, tentu kita melihat pada efisiensi jarak tempuh yang begitu jauh, kalaupun mau dihadirkan masih menunggu satu dari Kuansing,” kata Lili dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).

Lili memastikan, KPK segera memperlihatkan Andi dan Sudarso mengenakan rompi tahanan KPK. Keduanya akan tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (20/10) besok.

“Besok dipastikan dua duanya akan hadir disini,” tegas Lili.

Setibanya di Jakarta, Andi Putra dan Sudarso akan menjalani penahana untuk 20 hari pertama, terhitung mulai 19 Oktober 2021 sampai dengan 7 November 2021 di Rutan KPK. Keduanya akan menjalani penahanan di Rutan berbeda.

“Sudarso ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur dan Andi Putra
ditahan di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih KPK,” ujar Lili.

Senada juga disampaikan Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto. Dia menyampaikan, seharusnya memang para tersangka dihadirkan ke dalam konferensi pers, tetapi karena terhambat masalah teknis hal tersebut tidak dilakukan.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan




Close Ads