alexametrics

Usut Tuntas Oknum Penyedia HP untuk eks Pengacara Novanto

20 September 2020, 20:15:37 WIB

JawaPos.com – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) diminta untuk mendalami dugaan penggunaan telepon genggam Fredrich Yunadi. Terpidana kasus merintangi penyidikan KPK itu sedang mendekam Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Cipinang.

“Segera diperiksa. Ini untuk memastikan kepercayaan publik, Kalapas harus memeriksa yang bersangkutan (Fredrich Yunadi) dan oknum-oknum yang terlihat dugaan tersebut dan menjelaskan temuannya kepada masyarakat,” kata Sekretaris Nasional Pilnet Indonesia, Erwin Natosmal Oemar kepada JawaPos.com, Minggu (20/9).

Erwin menyebut, sulit untuk percaya jika akses terhadap alat elektronik itu hanya dilakukan seorang terpidana tanpa adanya bantuan dari oknum penjaga Lapas. Hal ini harus di dalami oleh petugas, agar bisa diungkap siapa saja oknum yang bermain membantu mantan pengacara Setya Novanto itu.

Erwin menduga, terdapat permasalahan disiplin internal di penjagaan Lapas. Karena bukan kali pertama terpidana bisa membawa alat komunikasi ke dalam Lapas.

“Tidak ada transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum dan disiplin terhadap mereka yang bermasalah. Sehingga menyebabkan pengawasan jadi kurang maksimal,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Cipinang, Toni Nainggolan membenarkan terpidana kasus perintangan penyidikan KPK, Fredrich Yunadi menggunakan telepon genggam dari dalam Lapas. Saat ini masih di dalami oleh pihak Lapas.

“Benar, ini sedang kami dalami,” kata Toni kepada JawaPos.com, Minggu (20/9).

Toni meminta publik untuk bersabar terkait penggunaan telepon genggam oleh mantan pengacara Setya Novanto itu. Pihaknya pun turut mendalami kapan Fredrich terakhir menggunakan telepon genggam dari dalam Lapas.

“Ini juga masih kita dalami,” cetusnya.

Untuk diketahui, dugaan penggunaan telepon genggam oleh Fredrich Yunadi diketahui lantaran menggunakan aplikasi telegram pada Sabtu (19/9) pukul 12.27 WIB.

Ditjen PAS menyatakan akan menindaklanjuti soal dugaan temuan pemakaian telepon genggam oleh Fredrich Yunadi di dalam Lapas. Terlebih, dia belum bebas dari masa hukuman pidana.

“Jadi kami akan cek (dugaan penggunaan telepon genggam Fredrich Yunadi,” tegas Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti, Sabtu (19/9).

Untuk diketahui, Fredrich Yunadi ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur. Fredrich sebagai pengacara mantan Ketua DPR Setya Novanto dinilai terbukti memberikan saran agar Setya Novanto tidak perlu datang memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kala itu, Fredrich meminta kepada Setya Novanto untuk menyampaikan bahwa proses pemanggilan terhadap anggota DPR harus ada izin dari Presiden, selain itu melakukan uji materi (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Fredrich Yunadi menjalani kurungan penjara selama 7,5 tahun dan denda sebesar Rp 500 juta subsidair 8 bulan kurungan. Ini setelah Mahkamah Agung (MA) memperberat vonis Fredrich.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads