alexametrics

Skandal Suap Pinangki dan Djoko Tjandra Libatkan Politikus Senayan?

20 September 2020, 22:55:30 WIB

JawaPos.com – Jaksa Pinangki Sirna Malasari bakal segera disidang. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) sudah menjadwalkan sidang perdananya. Rencananya, sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut dilaksanakan Rabu mendatang (23/9).

Namun, Pengadilan Negeri (PN) Jakpus belum bisa memastikan apakah sidang dilaksanakan secara virtual atau tidak. Semunya masih tergantung dari jaksa penuntut umum untuk menghadirkan (terdakwa) yang bersangkutan.

Di sisi lain, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman juga diklarifikasi KPK terkait dengan bukti yang dia laporkan beberapa waktu lalu. Salah satu bukti itu berkaitan dengan istilah kingmaker. Menurutnya, kingmaker itulah yang membantu Pinangki dan Rahmat sampai bisa menemui Djoko Tjandra.

”Kingmaker ini kemudian mengetahui proses-proses itu (suap Djoko Tjandra, Red),” ungkapnya.

Boyamin menjelaskan, kingmaker tersebut diduga menjadi otak dari awal mula pengurusan fatwa bebas Djoko Tjandra ke Mahkamah Agung (MA). Namun, dia belum bisa membeberkan siapa yang disebut kingmaker itu. ”Bisa penegak hukum, bisa juga bukan,” ungkapnya diplomatis.

Boyamin berharap KPK menelusuri dugaan keterlibatan kingmaker tersebut. Dan dugaan keterlibatan nama-nama lain yang satu rangkaian dengan kingmaker itu. Menurut dia, ada lima inisial nama yang terkait dengan kingmaker. ”Biar KPK yang mendalami. Saya menyerahkan kepada penegak hukum untuk menindaklanjuti,” imbuh dia.

Selain melibatkan aparatur negara dan penegak hukum, kasus Djoko Tjandra juga disebut-sebut melibatkan sejumlah kalangan anggota DPR. Terbukti salah satunya adalah soal keterlibatan Andi Irfan Jaya, politikus Nasdem DPW yang saat ini dipimpin oleh Rusdi Masse. Namun, kabarnya sudah dipecat.

Keberadaan Andi Irfan Jaya tidak mungkin sendirian. Dugaan itu disampaikan mantan Sekjen NasDem Patrice Rio Capella dalam salah satu stasiun televisi menegaskan, Andi Irfan Jaya bukanlah otak di balik kasus suap mengurus fatwa MA untuk pembebasan Djoko Tjandra. Alias bukan pemain inti.

“Andi Irfan bukanlah pemain utama. Dia hanya menjalankan perintah. Lalu siapa? Di atasnya kan ada Rusdi Masse,” kata Rio Capella seperti dikutip dari TV One (20/9).

“Kalau Andi Irfan Jaya tentu bukanlah pemain nasional. Bagaimana bisa Djoko Tjandra percaya dengan pengaruh Andi Irfan. Pasti bilang siapa anda. Jadi di atas Irfan ada Rusdi Masse,” kata Rio Capella.

Sementara itu, Kamis lalu, dalam sebuah diskusi daring yang digelar Nagara Institute, anggota Komisi III DPR Benny K Harman terang-terangan meminta Jaksa Agung tidak segan-segan memeriksa teman-temannya di DPR.

“Saya sebagai anggota DPR minta Jaksa Agung tidak segan-segan, jangan sungkan-sungkan memeriksa teman-teman saya di DPR,” kata Benny K Harman.

Dalam diskusi itu, politisi NasDem, Akbar Faizal selaku pemantik webinar mengatakan kasus Djoko Tjandra adalah kejahatan luar biasa. Ini adalah megaskandal yang sulit diterima akal sehat. Sebab, klasternya, sudah merasuk ke lembaga penegak hukum.

“Ada klaster Kejaksaan, ada klaster Kemenkun HAM, ada klaster kepolisian, ada klaster Kemendagri. Namun yang belum terkuak adalah klaater DPR. Karena itu kita berbarap ada pengungkapan oknum-oknum di Senayan,” ujarnya.

Editor : Dimas Ryandi



Close Ads