3 WNI Simpatisan ISIS di Malaysia Bakal Dibawa Pulang

20/07/2018, 15:10 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Wakapolri Komjen Syafruddin. (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia terkait kabar ditangkapnya tiga warga negara Indonesia (WNI). Adapun ketiganya disebut-sebut berafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"Sedang dikoordinasikan dengan aparat Diraja Malaysia. Antara BNPT dan PDRM (Polis Diraja Malaysia)," ujar Wakapolri Komjen Pol Syafruddin di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Jumat (20/7).

Rencananya, ketiga WNI simpatisan ISIS itu diperiksa otoritas setempat. "Nanti kalau sudah selesai, bisa kita bawa pulang, nanti kita akan investigasi di sini," pungkas Syafruddin.

Sebelumnya, selama operasi keamanan pada 12-17 Juli, kepolisian Malaysia menangkap 7 orang teroris, yakni 4 warga Malaysia, dan 3 orang diduga WNI. Mereka juga diduga terlibat dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Negara Islam Indonesia (NII). Mereka dituding menargetkan pembunuhan terhadap Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, mereka diciduk ketika melalui perbatasan atau tempat pemeriksaan imigrasi di Malaysia. Ternyata, ketiganya sudah terdeteksi oleh otoritas Malaysia. 

"Mereka ada indikasi ada terkait dengan ISIS. Oleh sebab itu diamankan dulu di sana," ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/7).

Informasi awal menyebutkan bahwa salah satu WNI yang terafiliasi dengan ISIS berinisial UR, 42. "Kemudian yang dua identitas belum dapat karena ada di polisi Malaysia, masih ditangkap. Nanti kalau ada informasi lebih lanjut nanti akan sampaikan," tutur Setyo.

Sejauh ini, pihaknya belum mengetahui tanah kelahiran UR. Sebab berdasarkan informasi sementara, hanya terdapat nomor paspor berikut nama yang diserahkan. 

"Makanya ini masih sangat awal, makanya saya sampaikan memang betul ada penangkapan WNI di Malaysia," tambahnya. 

Mengenai status UR sebelumnya yang telah masuk radar Datasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, Setyo mengaku akan memastikannya kembali kepada pihak Densus. "Nanti saya tanya Densus. Datanya ada di Densus," pungkas Setyo.

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi