alexametrics

Merasa Dirugikan, Dokter Ani Hasibuan Laporkan Tamshnews.com

20 Mei 2019, 15:59:50 WIB

JawaPos.com – Dokter spesialis syaraf, Robiah Khairani Hasibuan alias Ani Hasibuan melalui kuasa hukumnya Slamet Hasan dan Amin Fahrudin membuat laporan polisi terhadap Tamshnews.com. Hal ini didasari karena pihak Ani merasa dirugikan atas pemberitaan yang menyebut Ani menduga kematian ratusan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) karena senyawa kimia pemusnah massal.

“Kami melaporkan Tamshnews.com dengan dugaan telah melakukan tindak pidana membuat atau memanipulasi informasi atau dokumen elektornik yang seolah-oleh dianggap otentik atau benar,” ujar Slamet di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Senin (20/5).

Laporan itu tertuang pada nomor laporan polisi LP/3144/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus dengan pelapor Slamet dan terlapor masih dalam status lidik. Perkara yang dilaporkan ialah tindak pidana membuat atau manipulasi informasi atau dokumen elektronik yang seolah-olah dianggap data otentik sebagai mana dalam Pasal 35 junto Pasal 51 Ayat (1) Undan-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Slamet menilai, berita yang ditulis oleh Tamshnews.com mengandung unsur kebohongan. Sebab dokter Ani tidak pernah menyebut meninggalnya ratusan KPPS karena senyawa kimia. Bahkan Tamshnews.com disebut tidak pernah melakukan wawancara kepada Ani.

“Kami menganggap berita yang dimuat Tamshnews.com tersebut itu bermuatan kebohongan. Apalagi Tamshnews.com tidak pernah mewawancarai Bu Ani, tidak pernah bertemu, tidak pernah meminta izin untuk memuat berita tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Amin mengatakan, artikel yang dimuat oleh Tamshnews.com sendiri mengutip dari salah satu acara televisi swasta nasional yang memang dokter Ani kala itu menjadi narasumber dalam sebuah acara diskusi.

Namun, terkait pernyataan penyebab KPPS meninggal karena senyawa kimia pemusnah massal, bukan berasal dari ucapan dokter Ani. Melainkan ada pihak lain yang tidak disebutkan namanya.

“Pada paragraf kesekian, hampir paragraf terakhir itu di situ dijelaskan bahwa pandangan yang mengarah kepada gugurnya KPPS ini akibat ditemukan senyawa kimia dan tuduhan diracun, sumbernya di sini dibuat hidden,” kata Amin.

Atas dasar itu, pihak dokter Ani lantas meragukan kredibilitas Tamshnews.com. Amin lantas melakukan pengecekan melalui website resmi Dewan Pers Indonesia www.dewanpers.or.id. Di situ dia menemukan bukti bahwa Tamshnews.com tidak terdaftar di Dewan Pers.

“Kami cek, Tamshnews.com ini ketemunya nol semua, kosong semua. Nama media kosong, jenis kosong, apalagi status. Jadi, kami memandang bahwa Tamshnews.com ini bukanlah sebuah kantor berita,” jelas Amin.

Atas dasar itu, tim kuasa hukum dokter Ani juga telah membuat laporan tertulis kepada Dewan Pers terkait temuannya. Saat ini pihaknya masih menunggu jawaban atas laporannya tersebut.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads