alexametrics

Pengacara Bandingkan Kasus Bahar bin Smith Dengan Ferdinand Hutahaean

20 Februari 2022, 10:31:57 WIB

JawaPos.com – Pengacara Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta menilai penyidik Polda Jawa Barat terlalu lamban menangani kasus yang dialami kliennya. Sebab, sampai sekarang penyidik baru melakukan pelimpahan tahap 1, yakni penyeraha berkas perkara kepada kejakaan.

Ichwan bahkan membandingkan kasus kliennya dengan kasus politikus Ferdinand Hutahaean yang berjalan cepat. “Penangannya terlalu lama. Coba banding dengan kasus Ferdinand,” kata Ichwan, Minggu (20/2).

“Kami tadi sudah bentuk untuk ajukan praperadilan. Rupanya pihak kepolisian sudah membaca itu, makanya mereka (polisi, red) langsung limpahkan berkas,” imbuhnya.

Ichwa memastikan, pihaknya sudah siap menghadapi persidangan. “Soal banyak (jumlah pengacara, Red) nanti, saat dipastikan sudah ada tanggal waktu sidangnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, penyidik Polda Jawa Barat resmi menetapkan Bahar bin Smith menjadi tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian. Bahar juga langsung dikenakan penahanan.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, penetapan tersangka dilakukan usai gelar perkara. Penyidik menemukan bukti yang cukup untuk menaikan status hukum Bahar.

“Tadi setelah pemeriksaan sudah didapatkan bukti cukup. Ditingkatkan statusnya dan menjadi tersangka dan sekarang ditahan,” kata Ibrahim saat dihubungi, Selasa (4/1).

Ibrahim menuturkan, Bahar juga telah menjalani pemeriksaan dalam perkara ini. Usai pemeriksaan penyidik langsung mengenakan penahanan kepadanya.

Dalam kasus ini, Bahar bin Smith dijerat dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan atau permusuhan individu dan atau kelompok berdasarkan SARA sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini: