alexametrics

KPK Temukan Uang Rp 786 Juta Dalam OTT Bupati Langkat

20 Januari 2022, 02:34:40 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Terbit Rencana Perangin Angin sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa tahun 2020-2022. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Langkat periode 2020-2025 itu diutangkap bersama lima orang lainnya setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Selasa (18/1) malam.

Adapun lima orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka yakni seorang pihak swasta/kontraktor, Muara Perangin Angin sebagai tersangka pemberi suap. Kemudian sebagai pihak penerima, salah satunya sang bupati itu sendiri, Kepala Desa Balai Kasih yang juga saudara kandung bupati, Iskandar PA. Sementara dari pihak swasta atau kontraktor, Marcos Suryadi Abdi, Shuhandra Citra, dan Isfi Syahfitri.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, dalam operasi senyap ini tim penindakan KPK berhasil mengamankan alat bukti berupa uang sebesar Rp 786 juta. Barang bukti uang ratusan juta itu diduga merupakan suap dari pihak swasta, Muara Perangin Angin.

“Barang bukti uang sejumlah Rp 786 juta kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan,” kata Ghufron dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/1) dini hari.

Ghufron menjelaskan, dalam kronologis OTT yang meringkus Bupati Langkat ini, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat pada Selasa (18/1), di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara akan adanya dugaan penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya. Karena diduga telah ada komunikasi dan kesepakatan sebelumnya yang akan diberikan oleh Muara Perangin Angin.

“Tim KPK segera bergerak dan mengikuti beberapa pihak di antaranya Muara Perangin Angin yang melakukan penarikan sejumlah uang disalah satu Bank Daerah sedangkan MSA, SC dan IS sebagai perwakilan ISK dan TRP menunggu disalah satu kedai kopi,” papar Ghufron.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads