alexametrics
Suap Proyek Meikarta

KPK Ungkap Pertemuan James Riady dan Bupati Bekasi Neneng

19 Desember 2018, 23:17:36 WIB

JawaPos.com – CEO Lippo Group, James Riady bersama Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro menemui Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin di rumahnya, Januari 2018. Pertemuan tersebut dilangsungkan guna membicarakan perkembangan proyek Meikarta.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan Billy dan tiga terdakwa lainnya. Mereka yakni pegawai Lippo Group Henry Jasmen, serta konsultan Lippo Group yaitu Taryudi dan Fitra Djaja Purnama.

“Pada pertemuan tersebut, membicarakan tentang perkembangan Meikarta. James Riyadi dan Billy Sindoro memperlihatkan gambar-gambar pembangunan proyek Meikarta kepada Neneng Hasanah Yasin,” ungkap Jaksa dalam dakwaan, Rabu (19/12).

Setelah pertemuan itu, pada Mei 2018, PT Lippo Cikarang mengajukan permohonan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk 53 apartemen dan 13 basement ke Bidang Tata Ruang dan Bangunan, Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Neneng lantas memanggil Dewi Tisnawati selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) untuk meminta agar IMB yang diajukan Lippo Cikarang segera diselesaikan.

Di sisi lain, tiga orang konsultan Meikarta, yakni Fitradjaja Purnama, Henry Jasmen P. Sitohang dan Taryudi mendatangi seorang staf Dewi Tisnawati yang bernama Sukmawaty Karnahadijat.

Dengan bertemu Sukma, mereka menjanjikan sejumlah uang jika IMB yang diajukan Lippo Cikarang terbit. Sukmawaty kemudian menginformasikan hal itu ke Dewi. Setelah tahu akan mendapatkan fee, Dewi lantas menyetujuinya.

Taryudi kemudian menitipkan uang senilai Rp 1 miliar ke seorang staf Dinas PMPTSP bernama Muhammad Kasimin. Dari Kasimin, uang diserahkan ke Sukmawaty dan kemudian duit suap tersebut diberikan kepada Dewi.

Selepas Dewi menerima uang tersebut, ia lantas menandatangani 22 lembar IMB dari 66 IMB. Beberapa waktu berselang, ia menandatangani lagi 5 lembar IMB.

Billy Sindoro didakwa telah menyuap Bupati Neneng Hasanah Yasin dan sejumlah pejabat Pemkab Bekasi dengan uang senilai total Rp16,18 miliar dan 270 ribu dollar Singapura. Neneng mendapat jatah paling besar yakni Rp10,8 miliar dan 90 ribu dollar Singapura.

Atas perbuatannya ini, Billy Sindoro didakwa telah melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (ipp/JPC)



Close Ads
KPK Ungkap Pertemuan James Riady dan Bupati Bekasi Neneng