JawaPos Radar

Malam Ini Kubu Eko Patrio Rapatkan Soal Media yang Memfitnah Dia

19/12/2016, 22:15 WIB | Editor: admin
Malam Ini Kubu Eko Patrio Rapatkan Soal Media yang Memfitnah Dia
Eko Patrio (dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio mengklaim sebagai korban fitnah atas pemberitaan. Dimana, nama dia dipakai untuk memberitakan bahwa penangkapan teroris di Bekasi beberapa waktu lalu adalah pengalihan isu kasus penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai terdakwa.

Eko akhirnya mesti berurusan dengan penyelidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut. Kepada penyelidik, Eko mengaku dirinya sudah difitnah melalui tulisan imajiner oleh tujuh media online pada Jumat (16/12) lalu. Alhasil, Eko yang juga Ketua DPW PAN DKI Jakarta ini memberikan waktu 1x24 jam kepada tujuh media online tersebut untuk membuat pernyataan maaf.

Kuasa Hukum Eko, Firman Nurwahyu mengaku belum memiliki kesimpulan apakah akan melaporkan tujuh media tersebut ke polisi atau pengawas etik jurnalistik yakni Dewan Pers.

"Belum (melapor), kita ada dua pilihan lapor ke polisi atau dewan kode etik dalam hal ini Dewan Pers. Data tujuh media onlie itu sudah kita kumpulkan. Siapa saja yang menyampaikan permohonan maaf lagi disortir oleh tim IT kita di lawyer," kata Firman, Selasa (19/10).

Menurut Firman, dari tujuh media online yang memuat artikel dan mencatut nama Eko sebagai narasumber, hanya dua artikel saja yang masih memuat pernyataan itu. Namun lima artikel lagi lenyap. Dari tujuh media itu, hanya satu media yang menyampaikan permintaan maaf yakni Satelite news.

"Sementara yang masih tersisa (artikel) itu kita lihat ada dua. Yang lima lagi  artikelnya menghilang. Jadi kita sudah punya bukti," tuturnya.

Malam ini, pihaknya akan menggelar rapat dengan kliennya Eko Patrio terkait keputusan apakah akan melaporkan media yang mencatut itu ke polisi atau Dewan Pers.

"Kalau kita lapor ke polisi kita tidak bisa lapor ke Dewan Pers karena dewan pers tidak mau seandainya sudah lapor ke polisi," beber dia.

Menurut dia, pihaknya mesti memilih apakah lapor ke dewan pers atau polisi. Pasalnya dewan pres tidak menangani pengaduan yang sudah diajukan ke kepolisian atau pengadilan.

"Kecuali pihak pengadu artinyta klien bersedia mencabut pengaduannya (polisi atau pengadilan) untuk diselesaikan dewan pers. Malam ini kita koordinasi dengan klien. Besok saya sampaikan keputusannya lapor ke polisi atau Dewan Pers," tuntas dia. (elf/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up