alexametrics

Kemenag: Penerima dan Pemberi Bansos Jangan Sembarang Bertransaksi

19 November 2018, 15:58:45 WIB

JawaPos.com – Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan per September 2018, jumlah pegawai swasta yang melakukan transaksi keuangan mencurigakan mencapai 14.836 orang. Kemudian disusul pengusaha/wiraswasta sebanyak 8.984 orang, dan pegawai negeri sipil (PNS) termasuk pensiunan sebanyak 4.131 orang.

Dari data tersebut, tercatat ada sebanyak 44 orang pihak terlapor perorangan seperti oknum ulama, pendeta, pimpinan organisasi, dan kelompok keagamaan melakukan transaksi keuangan mencurigakan.

Menanggapi hal ini, Kementerian Agama mengimbau kepada pemberi dan penerima dana bantuan sosial (bansos) untuk tidak sembarang melakukan transaksi dalam jumlah besar. Bahkan pihak penerima harus taat aturan jika menerima bansos.

“Imbauan tak hanya kepada pemuka agama, tapi termasuk kepada pemberi sumbangan untuk taat aturan jika memberi sumbangan,” kata Kabiro Humas Kemenag Mastuki kepada JawaPos.com, Senin (19/11).

Mastuki menuturkan, seharusnya penerima sumbangan baik dari pemuka agama secara pribadi atau yayasan dapat menerimanya dengan memakai rekening yang telah berbentuk yayasan dan berbadan hukum. Hal ini agar tidak menjadi prasangka ketika nominal bansos itu terbilang besar.

“Penerimaan sumbangan seperti ada aturannya. Jadi, yang paling aman adalah berikanlah sumbangan kepada orang atau lembaga yang dipastikan terpercaya, amanah,” tegas Mastuki.

Sebelumnya, Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rai membenarkan, oknum pemuka agama banyak melakukan transaksi keuangan mencurigakan dibanding oknum pengurus partai politik.

“Ya kalau dilihat dari profil tentu sensitif karena mereka menggunakan rekening pribadi untuk urusan-urusan keagamaan seperti menerima sumbangan. Ini berlaku untuk agama mana saja ya,” kata Dian kepada JawaPos.com, Minggu (18/11).

Kendati membenarkan, Dian enggan berspekulasi apakah oknum pemuka agama tersebut melakukan tindak pidana. “Itulah sebabnya menjadi menyimpang profile nya. Kalau nama lembaga yang dipakai tentu nggak masaalah ya. Tapi itu jangan diartikan pasti bermasalah ya,” jelas Dian.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (rdw/JPC)



Close Ads
Kemenag: Penerima dan Pemberi Bansos Jangan Sembarang Bertransaksi