alexametrics

3 Warga Tewas saat Aparat Kontak Senjata dengan KKSB di Ilaga

19 September 2019, 18:30:11 WIB

JawaPos.com – Kontak senjata terjadi di Kampung Olenki, Ilaga, Kab. Puncak pada Selasa (17/9). Bentrok terjadi antara Satgas Gakkum Gabungan TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). Kejadian ini bahkan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari kelompok masyarakat.

“Telah terjadi kontak tembak antara Satgas Gakkum gabungan TNI-Polri dengan Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) OPM dari kelompok Militer Murib,” ujar Kapendam XVII/Cendrawasih Letkol CPL Eko Daryanto kepada wartawan, Kamis (19/9).

Kontak senjata ini bermula saat tim gabungan tengah mendekati KKSB di sebuah honai yang berada di dekat sungai. Namun, KSB langsung mengeluarkan tembakan secara sporadis. Tim gabungan selanjutnya mengeluarkan tembakan balasan. KKSB yang panik kemudian melarikan diri berpencar ke arah hutan sambil terus menembak tidak terarah.

“Setelah kontak tembak selesai ditemukan adanya 7 orang masyarakat yang dalam kondisi luka tembak. Tim gabungan bersama masyarakat lainnya selanjutnya melakukan evakuasi korban ke Puskesmas Ilaga untuk menerima perawatan medis,” tambah Eko.

Setelah dilakukan pemeriksaan, 3 orang masyarakat dipastikan meninggal dunia. Mereka adalah Tekiman Wonda, 33, Edison Mom, dan Rudi Mom seorang balita. Adapun 4 lainnya yang mengalami luka tembak yakni Topina Mom, 36, Tabuni, 37, Herina Kinal, 32, dan Yefrina Mom, 16.

Eko menyesalkan kejadian ini. Karena masyarakat tak bersalah harus menjadi korban akibat kontak senjata sengan kelompok separatis. Dia tidak mau kejadian serupa terulang kembali.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, akan berkoordinasi dengan Kapolda Papua untuk membentuk tim guna melakukan investigasi terhadap insiden tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi dalam upaya pengejaran kelompok sparatis.

“Saya juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya operasi pengejaran terhadap Kelompok Separatis Bersenjata OPM untuk menghindari jatuhnya korban di pihak masyarakat,” ungkapnya.

Di sisi lain, Eko menghimbau kepada masyarakat agar tidak berspekulasi maupun terpengaruh informasi yang belum tentu kebenarannya. Sebab, bisa berdampak negatif, dan berpengaruh pada kondusifitas kehidupan masyarakat di Papua.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads