alexametrics

Bupati Agam Tak Penuhi Panggilan Polda Sumbar

19 Agustus 2020, 13:14:44 WIB

JawaPos.com–Bupati Agam Indra Catri tak memenuhi panggilan Polisi Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar). Indra Catri ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap anggota DPR Mulyadi melalui akun facebook bodong bernama Mar Yanto.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombespol Satake Bayu seperti dilansir dari Antara di Padang mengatakan, pihak Indra Catri sudah mengonfirmasikan kepada penyidik Direktorat Reserse Khusus Polda Sumbar tidak dapat memenuhi panggilan dari kepolisian. ”Kami sudah terima informasi yang bersangkutan tidak hadir karena ada kegiatan DPP partai di Jakarta,” kata Satake Bayu pada Rabu (19/8).

Menyikapi hal itu, Polda Sumbar akan mengirim ulang pemanggilan kepada Bupati Agam Indra Catri untuk dilakukan pemeriksaan. ”Ini pemanggilan pertama dan nanti dikirim pemanggilan kedua. Kalau tidak datang lagi akan ada upaya paksa. Kami berharap itu tidak terjadi,” ujar Satake Bayu.

Sebelumnya Sekda Agam Martias Wanto juga tidak menghadiri pemanggilan sebagai tersangka kasus yang sama. Sekda Agam juga beralasan pergi ke Jakarta untuk kepentingan dinas. ”Sekda Agam akan kami panggil lagi pada Jumat (21/8) untuk pemeriksaan,” terang Satake Bayu.

Sebelumnya Polda Sumatera Barat menetapkan Bupati Agam Indra Catri dan Sekda Agam Martias Wanto sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian terhadap anggota DPR Mulyadi melalui akun facebook palsu Mar Yanto.

Satake Bayu mengatakan, surat penetapan tersangka Indra Catri dan Martias Wanto sudah diserahkan kepada yang bersangkutan. Penetapan tersangka Indra Catri dan Martias Wanto merupakan hasil pendalaman dari tiga tersangka sebelumnya yaitu Kabag Umum Kabupaten Agam Edi Syofiar serta ajudan Bupati Agam Robi Putra dan Rozi Hendra.

Dia mengatakan, penetapan itu setelah pihaknya melakukan penyidikan dan mengambil keterangan dari sejumlah ahli mulai dari ahli bahasa, ahli IT, kriminolog dan lainnya. Hasil gelar perkara di Bareskrim Polri pada Jumat (7/8) keduanya dinyatakan sebagai tersangka. Indra Catri ditetapkan sebagai tersangka tambahan berdasar Surat Tap/33/VII/Reg 2.5/2020/Ditreskrimsus tanggal 10 Agustus 2020. Sementara Martias Wanto berdasar Surat Tap/32/VII/Reg 2.5/2020/Ditreskrimsus tanggal 10 Agustus 2020.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads