alexametrics

Jadi Tersangka, Pengacara TW Ditahan Polisi

19 Juli 2019, 21:53:56 WIB

JawaPos.com – Pengacara pengusaha Tomy Winata, Desrizal resmi ditahan penyidik dari Polres Metro Jakarta Pusat. Keputusan ini menyusul adanya penetapan tersangka kepada yang bersangkutan karena melakukan penganiayaan terhadap Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Sekaligus dilakukan penahanan dengan persangkaan pasal 351 ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan dan atau pasal 212 KUHP,,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisiaris Besar Polisi Harry Kurniawan di Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat (19/7).

Dari hasil keterangan yang didapat penyidik, tersangka tega menyerang Hakim karena kesal terhadap vonis yang dibacakan. Dia tidak terima pihaknya kalah dalam persidangan.

“Ia kesal karena vonis yang dibacakan itu tidak sesuai dengan harapan tersangka. Dan tersangka mengambil ikata pinggang yang ada di celananya lalu berdiri mendekati korban,” sambungnya.

Harry menuturkan, status Desrizal sebagai advokat tidak akan mempengaruhi proses hukum kepadanya. Mengingat perbuatan yang bersangkutan sudah masuk ranah pidana, sehingga Undang-undang profesi sebagai pengacara tidak berlaku dalam hal ini.

“Ini kita nggak bisa lihat ke sana, ini proses terjadi adalah proses pidana, barang siapa yang melakukan perbuatan pidana, ada ancaman hukumannya. Saudara D ini adalah melakukan kegiatan penganiayaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, penyerangan kepada hakim terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/7). Peristiwa terjadi dalam persidangan perdata dengan nomor perkara 223/pdt.G/2018/JKT dengan penggugat pengusaha nasional, Tomy Winata (TW) melawan PT PWG. Kejadian pecah sekitar pukul 16.00 WIB di ruang sidang Subekti.

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Makmur mengatakan, peristiwa bermula saat Majelis Hakim tengah membacakan putusan. Pada saat masuk pada bagian pertimbangan, hakim mengurai petitum perkara yang digugat. Pengacara TW berinisial D lantas berdiri dari tempat duduknya dan melangkah ke depan hakim, raya mengeluarkan ikat pinggangnya.

“Tali (ikat pinggang) itu digunakan oleh pelaku D unuk melakukan penyerangan kepada majelis hakim yang bacakan putusan,” ujar Makmur kepada wartawan, Kamis (18/7).

Penyerangan D berhasil mengenenai hakim HS pada bagian jidat. Sedangkan hakim anggota 1 berinisial DB juga terkena sabetan ikat pinggang. Setelah itu, pihak keamanan pengadilan mengamankan pelaku.

“Hakim yang bersangkutan langsung dikawal keamanan PN Jakpus ke rumah sakit untuk segera visum,” tambah Makmur. Atas perbuatannya, Polres Metro Jakarta Pusat juga telah menetapkan pelaku sebagai tersangka.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads