JawaPos Radar

Catut Nama Kapolri Dukung Khilafah

Ustad Bachtiar Nasir Ingin Bertemu Kapolri, Bahas Apa?

19/07/2018, 16:20 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Ustad Bachtiar Nasir Ingin Bertemu Kapolri, Bahas Apa?
Ustad Bachtiar Nasir. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Konflik yang terjadi antara Kapolri, Tito Karnavian dengan Ustad Bachtiar Nasir masih bergulir. Bahkan, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto sempat menyatakan hal tersebut bisa diperkarakan ke ranah hukum.

Dengan adanya kabar tersebut, Bachtiar Nasir pun mengaku tidak akan berkomentar lebih jauh. Sebab, jika dirinya memberikan keterangan lebih jauh dia takut akan salah memberikan tanggapan.

"Ketemu dulu, takutnya ini malah menggoreng kemana-mana, saya akan ketemu dulu. Kalau gak ketemu malah simpang siur," jelas Bachtiar saat ditemui di Menara 165, Jakarta Selatan, Kamis (19/7).

Ustad Bachtiar Nasir Ingin Bertemu Kapolri, Bahas Apa?
Kapolri Jendral Tito Karnavian. (Dok. JawaPos.com)

Bachtiar mengaku telah berkordinasi dengan Tito lewat pesan singkat untuk mengatur pertemuan. Sedangkan, masalah ceramahnya yang tengah menjadi polemik dirinya pun harus menelaah terlebih dahulu.

"Sudah wa an sama (Pak Tito), kita lagi atur waktu untuk ketemu dulu. Untuk ceramah ya itu saya bisa jelaskan, setelah ketemu baru bisa kita jawab," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tito mengaku geram dengan Ustad Bachtiar Nasir. Sebab dirinya  disebut mencatut nama Tito mendukung khilafah.

Dalam acara Silaturahmi Nasional Da'i Kamtibnas di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Tito bercerita kejadian tersebut bermula ketika video pencatutan namanya viral di media sosial. Di dalam video tersebut Bachtiar mengatakan bahwa Indoensia harus menerapkan sistem khilafah. 

Sebab, sistem khilafah lah yang paling pas sedangkan demokrasi saat ini yaitu demokrasi liberal tidak benar dan malah menghancurkan negara ini. 

Tito melanjutkan, di dalam video tersebut, Bachtiar mengaku sudah berdiskusi dengannya dan sepakat sistem pemerintahan harus diganti menjadi khilafah karena demokrasi aaat ini terbilang kebablasan. Dia pun langsung menghubungi Bachtiar melalui pesan singkat ketika video tersebut viral.

Dalam pesan singkatnya kepada Bachtiar, Tito mengaku kecewa. Dia mengatakan kepada tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) itu bahwa dirinya menganggap yang bersangkutan sebagai orang yang cerdas dan negarawan setelah beberapa kali diskusi. 

"Tapi begitu melihat kata-kata Ustad di situ, saya hilang kesan saya itu. Kesan saya Ustad tidak cerdas (seperti) yang saya lihat," sebut Tito membacakan pesan singkatnya yang ditulis kepada Bachtiar beberapa waktu lalu. 

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up