JawaPos Radar

Polisi Bantah Tuduhan Novel

Novel Duga Penyerangan terhadap Pegawai KPK Didalangi Oknum Jenderal

19/06/2018, 01:00 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Novel Duga Penyerangan terhadap Pegawai KPK Didalangi Oknum Jenderal
Ilustrasi penyiraman air keras. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia menjadi salah satu agenda terpenting negara ini. Namun di tengah giatnya petugas melaksanakan tugas mulia itu, mereka turut dibayangi oleh teror oknum-oknum jahat yang sewaktu-waktu dapat mencelakai mereka.

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan membenarkan penyerangan terhadap pegawai KPK kerap kali terjadi. Bahkan ia menduga teror-teror itu didalangi oleh oknum yang sama.

"Saya lihat penyerangan kepada KPK secara fisik itu juga sering terjadi. Bahkan saya mempunyai keyakinan dan dugaan kuat beberapa kejadian pelakunya sama. Maksudnya oknum polri yang terlibat orangnya sama, jenderalnya. Ini yang berbahaya," ujar Novel di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (17/6).

Novel Duga Penyerangan terhadap Pegawai KPK Didalangi Oknum Jenderal
Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Dok. JawaPos.com)

Novel menuturkan setidaknya untuk kasus penculikan saja pernah terjadi 2 kali menimpa pegawai komisi antirasuah itu. Maka berkaca dari peristiwa tersebut, seharusnya negara memandang serius kasus ini.

Purnawirawan polri itu berharap Presiden serius menyikapi kekerasan terhadap pegawai KPK supaya kejadian-kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

"Saya berharap dengan ini menjadi perhatian ke depan oleh bapak Presiden, maka setidak-tidaknya tidak lagi terjadi ke KPK. Dan yang begini sebaiknya seharusnya memang harus diungkap semuanya," tegas Novel.

Di sisi lain, Novel selaku salah satu korban kekerasan akibat menjalankan tugasnya sebagai penyidik KPK, tetap menyuarakan semangat pantang menyerah bagi seluruh rekan-rekan seperjuangannya.

Semangat tidak putus asa harus tetap kuat. Sekalipun teror membayangi para petugas diminta tidak ciut nyalinya agar cita-cita Indonesia bersih dari koruptor dapat diwujudkan.

"Saya tidak ingin putus asa. Saya tidak ingin melemah, tapi tetap harus kuat, dan saya juga harus mendukung semua kawan-kawan yang melakukan tugas-tugas serupa. Dan tentunya saya menyampaikan protes apabila sampai ke depan nanti bapak Presiden tidak sungguh-sungguh untuk mendukung mengungkap ini semua," pungkas Novel.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kabid Humas Polda Metro Kombes Argo Yuwono enggan menjawab soal dugaan oknum jenderal di balik teror air keras yang kembali diungkit oleh Novel Naswedan.

Meski demikian, Novel masih enggan mengungkap oknum jenderal tersebut di forum publik. Hal itu disampaikan dia saat konferensi pers di dekat Masjid Jami Al Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (17/6).

Argo justru mempertanyakan dugaan oknum jenderal tersebut merupakan asumsi atau fakta hukum. "Dulu sudah saya sampaikan itu (dugaan oknum jenderal) fakta hukum atau asumsi, nah gitu ya," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/6).

(ce1/sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up