alexametrics

Perempuan Cianjur Diusir Karena Poliandri, Menteri Bintang Marah

19 Mei 2022, 09:28:46 WIB

JawaPos.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengecam aksi pengusiran dan pembakaran pakaian seorang perempuan berinisial N, 28, di Cianjur, Jawa Barat. N dihakimi massa karena diduga memiliki 2 suami, alias mempraktikkan poliandri.

Bintang menilai, tindakan massa merupakan perbuatan main hakim sendiri. Meskipun N berbuat salah, namun tidak seharusnya diperlakukan demikian.

“Saya merasa prihatin dan menyayangkan terjadinya aksi tersebut. Semestinya sebagai warga negara yang baik dan memiliki aturan hukum, aksi main hakim sendiri tidak perlu dilakukan dengan alasan apapun,” kata Bintang dalam keterangan tertulis, Kamis (19/5).

Bintang menuturkan, aksi pembakaran pakaian dan pengusiran korban yang disertai dengan caci maki oleh warga merupakan tindakan salah dan merupakan perbuatan sewenang-wenang yang tidak berdasarkan pada hukum.

“Jika melihat hukum yang berlaku, perbuatan warga desa setempat yang melakukan pengusiran dan pembakaran pakaian terhadap korban justru bisa saja dikenakan Pasal 406 KUHP tentang penghancuran atau perusakan barang,” imbuhnya.

Selain Pasal 406 ayat (1) KUHP, dapat juga dikenakan Pasal 170 KUHP jika terbukti adanya kekerasan yang dilakukan bersama-sama (pengeroyokan). Sementara itu, terkait Poliandri sendiri, disebutkan dalam Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, bahwa negara menyatakan asas perkawinan Indonesia adalah monogami, sebagaimana yang dinyatakan dalam Pasal 3 ayat (1).

Bintang mengutarakan, semestinya masyarakat bisa lebih bijak untuk mendengarkan dan mengetahui terlebih dahulu alasan N melakukan poliandri secara diam–diam. “Entah itu karena N mengalami KDRT, faktor ekonomi, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads