alexametrics

Dari Laboratorium Pak Jenggot Polisi Sita 6 Bom Berdaya Ledak Tinggi

19 Mei 2019, 10:28:27 WIB

JawaPos.com – Densus 88 Antiteror membeber penangkapan seorang terduga teroris di Bogor kemarin. Polisi menyebutkan, yang bersangkutan bukan terduga teroris biasa. Pria berinisial E alias Pak Jenggot itu bahkan memiliki laboratorium untuk pembuatan bom.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, berawal dari pengakuan terduga teroris yang berinisial TH di Jawa Tengah, semua terungkap. Dalam penyidikan, TH mengatakan, terdapat kelompok teroris pimpinan Virgie Abu Hamzah di sekitar Bogor. “TH ditangkap 13 April, Pak Jenggot ditangkap pekan ini,” terang Dedi.

Dari sanalah penyidikan dikembangkan hingga akhirnya Pak Jenggot bisa diringkus. Saat ditangkap di rumahnya di Cibinong, Bogor, Pak Jenggot ternyata memiliki laboratorium uji coba bahan peledak atau bom. Dari laboratorium itu, disita enam bom high explosive atau berdaya ledak tinggi. “Ada yang dari bahan TATP (triaseton triperoksida) dan bahan lain,” tutur dia.

TATP adalah bahan bom yang mudah meledak. TATP juga memiliki daya ledak tinggi. Bahkan, dampak ledakannya mencapai radius 300 meter. Menurut dia, bahan peledak itu diracik dengan bahan dasar yang Pak Jenggot dapatkan dari membeli secara online. Saat ini polisi sedang memburu penjual bahan peledak tersebut. Kemampuan Pak Jenggot meracik dan merakit bom tidak sembarangan. Dedi menjelaskan, Pak Jenggot merupakan alumnus ISIS di Syria. “Beberapa tahun lalu dia diketahui balik dari Syria,” terang dia.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Bagaimana penangkapan terduga teroris di Gresik? Dedi menjelaskan, penangkapan di Gresik masih dikembangkan. Terduga teroris Agus Suparnoto masih diperiksa untuk mengetahui hubungannya dengan kelompok teroris lain. “Bagaimana perannya dan keterlibatannya,” katanya.

Sementara itu, Nur Ilam, ibu lima anak, tidak menduga bahwa suaminya, Agus Suparnoto, 44, terlibat jaringan teroris. Agus diduga masuk jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Kemarin (18/5) lelaki yang bekerja sebagai tukang servis komputer dan sopir panggilan tersebut ditangkap tim Densus 88.

Agus Suparnoto alias Krisna dibekuk ketika hendak pulang seusai salat Subuh berjamaah di Musala Ridho Allah, sekitar 100 meter dari rumah kontrakannya di Blok F Perumahan Griya Suci Permai (GSP), Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 04.30. “Tadi pagi suami saya dibawa orang. Lalu, rumah saya digeledah banyak polisi. Tapi, mereka sopan-sopan,” kata Nur.

Dalam penggeledahan itu, tambah dia, sejumlah barang bukti dibawa petugas. Antara lain, laptop, handphone, dan dompet.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (idr/yad/c11/git)


Close Ads