alexametrics

Toko Kimia Diminta Lapor Polisi Jika Ada yang Beli Bahan Peledak

19 Maret 2019, 01:55:11 WIB

JawaPos.com – Pemilik maupun pegawai toko yang menjual bahan-bahan kimia diminta cermat. Sebab bisa saja bahan-bahan yang dibeli disalahgunakan untuk membuat bom.

Seperti halnya pada kasus penangkapan terduga teroris Husain alias Abu Hamzah, AK alias Ameng, dan ZP alias Ogek di Sibolga, Sumatera Utara. Polisi mengamankan total 300 bahan peledak untuk membuat bom dari kelompok kecil jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu.

Kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, bahan peledak yang berhasil disita polisi dari tangan para terduga teroris itu berupa potasium dan black powder yang banyak dijual ditoko kimia. Hal ini yang harus diperhatikan pemilik maupun pegawai toko kimia.

“Toko kimia yang harusnya kalau ada perorangan beli jumlah besar harus curiga dan melaporkan ke aparat terdekat,” ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/3)

Memang mereka tidak sekaligus membeli 300 kilogram bahan peledak tersebut. Kelompok terduga teroris itu membelinya dengan cara dicicil sesuai dengan kebutuhan.

“Proses satu kilo, 10 kilo, sangat tergantung keuangan, sangat tergantung kebutuhan merakit bom. Dia tidak langsung merakit dalam sekian bom, mereka mencoba juga,” jelas Dedi.

Sejauh ini, lanjut Dedi, setiap Polda sejatinya sudah mengeluarkan surat edaran ke toko kimia untuk curiga terhadap pembeli bahan peledak. Untuk itu, sekali lagi dia minta kerja sama untuk menghindari penyalahgunaan bahan peledak yang dibeli dari toko tersebut.

“Surat edaran sudah dikeluarkan setiap Polda. Jadi kami minta toko kimia untuk menginformasikan jika ada kecurigaan,” pungkas jenderal bintang satu itu.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Desyinta Nuraini

Copy Editor :

Toko Kimia Diminta Lapor Polisi Jika Ada yang Beli Bahan Peledak