alexametrics

KPK Telisik Kaitan Duit di Ruang Menag Lukman dengan Kasus Suap Rommy

19 Maret 2019, 15:32:12 WIB

JawaPos.com – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung menghitung jumlah uang yang disita dari hasil penggeledahan di ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin Senin (18/3) kemarin. Penggeledahan dilakukan sebagai tindak lanjut, ditetapkanya Ketua Umum PPP Romahurmuziy, sebagai tersangka kasus jual-beli jabatan di Kemenag.

Adapun, dari ruang menteri agama (Menag), total uang yang disita senilai seratusan juta dan puluhan ribu dolar Amerika Serikat. Uang tersebut diduga terkait kasus suap pengisian jabatan di kementerian agama (Kemenag).

“Kemarin sudah dilakukan penyitaan uang yang ditemukan di laci meja ruang kerja menteri agama. Uang tersebut akan diklarifikasi juga tentunya. Jumlahnya Rp 180 juta dan USD 30 ribu,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Selasa (19/3).

Febri menuturkan, pasca penyitaan itu, pihaknya menelusuri ada-tidaknya kaitan duit ratusan juta di ruang Menag Lukman Hakim, dengan perkara dugaan suap jual-beli jabatan di Kemenag. 

Penggeledahan di ruang kerja Menag dilakukan setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) mantan Ketum Romahurmuziy. “Jadi uang tersebut sudah disita dan dipelajari lebih lanjut,” tukas Febri.

Dia menambahkan proses penggeledahan di ruang Menag, Sekjen Kemenag, dan Kepala Biro Kepegawaian dilakukan tim penyidik KPK, Senin (18/3). Dari proses itu, selain uang ratusan juta, dari ruang Menag juga disita berbagai dokumen. Salah satunya dokumen berkaitan dengan salah satu tersangka pemberi suap ke Romahurmuziy. 

KPK sebelumnya menyatakan Romahurmuziy diduga mengatur proses pengisian jabatan untuk Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. 

KPK menyebut Haris Hasanuddin menyetor uang Rp 250 juta ke Romahurmuziy. Sedangkan Muafaq memberikan uang Rp 50 juta pada Jumat (15/3) sebelum akhirnya dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Atas perbuatannya, Romy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Sedangkan, Muafaq dan Haris disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

 

Editor : Kuswandi

Reporter : Intan Piliang

Copy Editor :

KPK Telisik Kaitan Duit di Ruang Menag Lukman dengan Kasus Suap Rommy