alexametrics

KPK Bakal Ungkap Asal-usul Rupiah dan Dolar di Ruangan Menag Lukman

19 Maret 2019, 17:17:34 WIB

JawaPos.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menggeledah kantor Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin pada Senin (18/3). Hasilnya, lembaga antirasuah itu berhasil menyita uang pecahan rupiah sejumlah Rp180 Juta dan USD 30.000.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif  menyatakan, pihaknya belum mengetahui asal-usul uang yang ditemukan tersebut. Meskipun demikian, pihak KPK akan mengklarifikasi hal itu.

“Saya belum tau, tapi nanti itu (asal usul uang yang di sita di ruang Menag) jadi salah satu yang akan diklarifikasi,” kata Laode di Hotel Sari Paciffic, Jakarta Pusat, Selasa (19/3).

Alumnus Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin itu menuturkan pihaknya belum dapat memastikan apakah uang itu mengalir ke PPP atau tidak.

“Sampai sekarang uang yang di ruangan menag itu belum bisa dipastikan, apakah ada aliran ke parpol atau tidak. Penyidikan dan penyelidikan masiih mulai nanti kita lihat saja,” jelasnya.

Meskipun demikian, Syarif menegaskan, bila memang ada maka keterkaitan itu, pihaknya akan terlebih dahulu menelusuri rekening atau transaksi keuangan yang telah dilakukan oleh para tersangka.

“KPK kalau menyelidiki korupsi itu selain follow the suspect (Mengikuti tersangka) juga follow the money (Mengikuti uangnya). Jadi SOP biasa itu, selain melihat orangnya, juga memeriksa rekening-rekeningnya,” tuturnya.

Diketahui, dalam perkara ini KPK menetapkan tiga orang tersangka yaitu Anggota DPR RI yang juga Ketum PPP Romahurmuziy alias Rommy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

KPK menduga Rommy bersama-sama dengan pihak Kemenag menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag.

Atas perbuatannya, mantan ketua umum PPP, Romy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Sedangkan, Muafaq dan Haris disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Intan Piliang

Copy Editor :

KPK Bakal Ungkap Asal-usul Rupiah dan Dolar di Ruangan Menag Lukman