alexametrics
Tahanan Kota Ditolak Majelis Hakim

Dua Anak dan Fahri Hamzah Jadi Penjamin, Ratna: Masih Kurang?

19 Maret 2019, 12:37:23 WIB

JawaPos.com – Terdakwa perkara penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet masih mempertanyakan mengapa permohonan penangguhan menjadi tahanan kota ditolak Majelis Hakim. Padahal, sudah ada tiga orang penjamin untuk penahanan kota buat Ratna.

Dia bertanya apakah orang-orang yang jadi penjaminnya masih belum cukup. Sejauh ini dua anaknya dan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah diketahui telah jadi penjamin dalam permohonan penangguhan penahanan jadi tahanan kota.

“Ya anak saya dua itu masa kurang? tambah Pak Fahri pula,” ucap Ratna di Mapolda Metro Jaya, Selasa (19/3).

Menurutnya, permohonan menjadi tahanan kota lantaran kondisi fisiknya yang sudah menua. Sehingga, jika dikabulkan, dia bisa kontrol kesehatan dengan teratur jika permohonan dikabulkan.

Permohonan akan kembali diajukan kembali pekan depan pada lanjutan sidangnya. Namun, Ratna mengaku tidak akan menambah penjamin lagi dalam permohonannya kembali nanti.

“Saya enggak mau merepotkan orang juga ya (menambahk penjamin). Mudah-mudahan baik ya,” pungkas dia.

Diketahui, sidang perkara hoax penganiayaan dengan terdakwa Ratna Sarumpaet berlanjut. Pasalnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan ibu Atiqah Hasiholan itu.

“Mengadili untuk menolak eksepsi penasihat hukum terdakwa,” ujar Ketua Majelis Hakim Joni dalam putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (19/3).

Dalam putusannya, hakim berpendapat seluruh isi dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah sesuai dengan cermat dan teliti. “Menyatakan surat dakwaan JPU telah disususn secara cermat dan lengkap,” sebut Hakim Joni.

Karenanya, persidangan berikutnya yang mulai masuk kepada pokok perkara akan digelar pada Selasa pekan depan. “Sidang lanjut ke pokok perkara, ditunda seminggu ke depan, Selasa 26 Maret 2019 pukul 09.00 WIB,” tutur Hakim Joni.

Sekadar informasi, tim pengacara Ratna pada Rabu (6/3) menilai surat dakwaan JPU tidak cermat dan tidak jelas dan dianggap tidak memenuhi ketentuan Pasal 143 ayat 2 huruf B KUHAP.

Uraian perbuatan material yang dirumuskan JPU dalam dakwaan kesatu dinilai persis sama dengan uraian perbuatan material yang dirumuskan dalam dakwaan kedua.

Dalam dakwaan kesatu dan kedua, JPU menyampaikan rangkaian kejadian sejak Ratna menjalani operasi mengencangkan kulit wajah di Rumah Sakit Khusus Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat hingga foto lebam di wajahnya tersebar ke sejumlah orang. 

Adapun Ratna dalam kasus ini didakwa dengan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Desyinta Nuraini

Copy Editor :

Dua Anak dan Fahri Hamzah Jadi Penjamin, Ratna: Masih Kurang?