alexametrics

Kasus DAK, Sita 8 Dokumen Rapat

19 Februari 2019, 15:27:05 WIB

JawaPos.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar harus berurusan dengan KPK. Kemarin (18/2) dia diperiksa sebagai saksi untuk kasus suap dana alokasi khusus (DAK) Kebumen yang menjerat Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

Indra diperiksa sekitar enam jam. Setelah pemeriksaan, dia tampak santai keluar ruangan. Indra yang mengenakan baju batik dan celana kain hitam memaparkan sejumlah materi yang ditanyakan penyidik. “Saya dikonfirmasi mengenai proses di DPR berkaitan dengan kasus Bapak Taufik Kurniawan,” ujarnya.

Indra menyebutkan, dirinya juga diminta menjelaskan beberapa dokumen risalah rapat dan pembahasan anggaran di DPR. Total ada delapan dokumen yang dibawa Indra kemarin yang kemudian disita penyidik KPK sebagai barang bukti tambahan. Penyitaan dilakukan seiring dengan kepentingan penyidik mendalami peran Taufik dalam rapat pembahasan anggaran di DPR.

Untuk diketahui, Taufik yang merupakan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) membawahkan urusan ekonomi dan membidangi Komisi XI serta Badan Anggaran (Banggar) DPR. Kendati sudah ditahan KPK sekitar tiga bulan lalu, Taufik belum diberhentikan dari DPR.

Lantas, apa isi detail dokumen itu? Indra tidak memberikan banyak penjelasan. Secara umum, kata dia, dokumen itu hanya berisi risalah singkat yang biasa dibikin staf sekretariat DPR dalam setiap rapat alat kelengkapan dewan. ”KPK memastikan apakah benar dokumen-dokumen itu dibuat DPR, apakah benar dibuat oleh staf-staf di DPR,” paparnya.

Sebagaimana diberitakan, KPK menelusuri indikasi adanya kesepakatan-kesepakatan di bawah meja dalam pembahasan anggaran DAK Kebumen 2016. Itu dilakukan setelah terbongkarnya dugaan penerimaan suap Rp 3,65 miliar untuk Taufik dari Bupati Kebumen Yahya Fuad. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (tyo/c5/oni)



Close Ads
Kasus DAK, Sita 8 Dokumen Rapat