alexametrics

Johannes Kotjo Sebut Idrus Marham Tak Paham Proyek PLTU Riau-1

19 Februari 2019, 18:03:19 WIB

JawaPos.com – Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo menyatakan, Idrus Marham tidak memahami pembahasan proyek PLTU Riau-1. Hal ini dilontarkan Kotjo ketika bersaksi untuk terdakwa Idrus Marham.

“Kalau bang Idrus, maaf terdakwa ngerti juga enggak. Terus terang aja, urusan teknis urusan apa, enggak ngerti apa-apa beliau ini (Idrus Marham),” kata Kotjo di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Selasa (19/2).

Mulanya, Kotjo dikonfirmasi jaksa soal kehadiran Idrus Marham dalam pembahasan proyek PLTU Riau-1. Kotjo menyebut, tidak pernah minta bantuan Idrus untuk menggarap proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt tersebut.

“Pernah minta tolong sama terdakwa untuk membujuk pak Sofyan (Direktur Utama PT PLN)?,” tanya jaksa KPK.

“Enggak pernah, ke pak Novanto aja saya enggak pernah. Saya minta dikenalin aja cukup. Karena saya yakin, saya yang paling murah. Kalau bang Idrus, maaf terdakwa ngerti juga enggak, terus terang aja. Urusan teknis urusan apa, enggak ngerti apa-apa beliau ini,” jawab Kotjo.

Kemudian, jaksa KPK mempersoalkan kenapa Idrus Marham hadir dalam pertemuan pembahasan proyek PLTU Riau-1 di kediaman Sofyan Basir.

“Kenapa pak Idrus ada di pertemuan kedua ?,” tanya jaksa lagi.

“Saya juga enggak tahu ada bang Idrus, tapi akhirnya di kasih tau bu Eni, ini bang Idrus mau ketemu sekalian aja,” jelas Kotjo menirukan ucapan Eni.

Dalam perkara ini, Idrus Marham didakwa menerima suap senilai Rp 2,250 miliar terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1. Uang tersebut diberikan oleh pengusaha sekaligus salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Idrus dinilai berperan atas pemberian uang dari Kotjo yang diduga digunakan untuk membiayai musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar pada 2017.

Selain itu, Idrus juga disebut meminta agar Kotjo membantu pendanaan suami Eni Saragih, Muhammad Al Khadzik saat mengikuti pemilihan kepala daerah Temanggung.

Idrus didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Johannes Kotjo Sebut Idrus Marham Tak Paham Proyek PLTU Riau-1