JawaPos Radar | Iklan Jitu

Suap Proyek Meikarta

KPK Telisik Dugaan Penerimaan Fasilitas Lain Bagi Anggota DPRD Bekasi

19 Januari 2019, 02:00:59 WIB
Meikarta
MEIKARTA: Salah satu lokasi apartemen Meikarta yang dibangun di kawasan Bekasi, Jabar (Imam Husein/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi masih terus menelusuri dugaan aliran dana suap pada sejumlah anggota DPRD Bekasi dalam proses perizinan pembangunan Meikarta. Lembaga ini, menduga anggota DPRD Kabupaten Bekasi tak cuma mendapat tiket jalan-jalan ke Thailand.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut adanya dugaan fasilitas lain yang diberikan kepada sejumlah anggota DPRD Bekasi saat berada di Thailand.

"Saya belum bisa sampaikan secara rinci, ya. Tapi tentu saja paket jalan-jalan itu tidak hanya tiket dan tidak hanya untuk anggota DPRD-nya," ungkapnya pada awak media, di gedung merah putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (17/1) malam.

Mantan aktivis ICW ini mengatakan, hingga saat ini KPK masih menelusuri apa saja fasilitas lain tersebut. Dia menyatakan, KPK sudah mempunyai bukti dan daftar nama para anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang mendapat fasilitas pelesiran ke Thailand itu.

"Tentu sejumlah bukti yang kami dapat sudah cukup terang, tapi masih kami klarifikasi kepada yang diduga menerima fasilitas tersebut," tegasnya.

Adapun, pada hari ini penyidik KPK sudah memeriksa empat anggota DPRD Kabupaten Bekasi sebagai saksi dalam kasus ini. Keempat orang itu, katanya, dicecar mengenai proses pembahasan RDTR di Kabupaten Bekasi hingga perjalanan ke Thailand yang diduga masih terkait Meikarta.

"Apakah ada kepentingan kepentingan lain pada saat itu untuk meloloskan atau mempengaruhi bagaimana hasil akhir dari aturan tata ruang di Kabupaten Bekasi," ujarnya.

Hingga saat ini, lembaganya sudah menerima pengembalian uang senilai Rp 180 juta dari sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Namun, KPK belum mengungkap identitas orang-orang yang mengembalikan uang itu.

Dalam kasus ini, ada sembilan orang yang menjadi tersangka di kasus dugaan suap proyek Meikarta, termasuk Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin. Dari kesembilan orang itu, empat orang, yakni Billy Sindoro, Taryadi, Fitra Djaja Purnama, dan Henry Jasmen, tengah menjalani proses persidangan.

 

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Intan Piliang

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up