JawaPos Radar

Curhatan Menteri Yasonna Dalam Memberantas Narkoba di Lapas

19/01/2018, 20:40 WIB | Editor: Ilham Safutra
Curhatan Menteri Yasonna Dalam Memberantas Narkoba di Lapas
Menkumham Yasonna H Laoly (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penangkapan Kepala Lapas Purworejo, Jawa Tengah, Cahyono Adhi Satriyanto (CAS) oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi catatan serius Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dalam reformasi integritas anak buahnya, terutama di lingkungan Pemasyarakatan.

Catatan itu terkait sinergitas jajaran di bawah Direktorat Pemasyarakatan (PAS) memberikan data warga binaan yang diduga masih berhubungan dengan kejahatan narkoba. Jika data itu disinergikan, maka mereka dapat ditindak tegas oleh aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly mengaku sudah sering meminta informasi mengenai warga binaan yang diindikasi menjadi bandar narkoba. Permintaan itu agar pihak BNN maupun kepolisian segera mengambil maupun memproses warga binaan tersebut.

Curhatan Menteri Yasonna Dalam Memberantas Narkoba di Lapas
Ilustrasi narkotika (dok. JawaPos.com)

"Namun hingga saat ini, informasi tersebut masih belum disampaikan ke Kemenkumham. Jika memang sudah ada informasinya, silakan segera diambil dan diproses," kata Yasonna di kantornya, Jakarta, Jumat (19/1).

Dia mengklaim, pihak Kemenkumham sudah sangat terbuka dan kooperatif dengan BNN dan kepolisian. "Bahkan pihak Kemenkumham juga sudah sangat kooperatif dengan mendengarkan masukan dari BNN dan kepolisian dalam memutus peredaran narkoba di Lapas, dengan cara membangun Lapas High Security," jelasnya.

Pihaknya pun selalu memberi akses bagi BNN maupun kepolisian menjalankan tugasnya. "Setiap ada pemeriksaan pasti akan memberikan akses untuk masuk ke dalam Lapas dan Rutan untuk bertemu dengan tersangka," sebut Yasonna.

Lebih jauh dia menuturkan, sebagai institusi pembina warga binaan di Lapas dan Rutan, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Kemenkumham melalui Ditjen PAS untuk membina para narapidana. "Bukan untuk memfasilitasi atau melindungi bandar atau peredaran narkoba di dalam Lapas atau Rutan," pungkas Yasonna.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up