alexametrics

Usai Kasus Azan Reda, Sukmawati kini Tersandung Nabi dan Soekarno

18 November 2019, 18:17:55 WIB

JawaPos.com – Sukmawati Soekarnoputri kembali memantik polemik di masyarakat. Kali ini, adik dari Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri itu membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Indonesia pertama Soekarno.

Setidaknya putri dari Bung Karno -sapaan akrab Soekarno- ini sudah dua kali memantik reaksi umat Islam terkait ucapan yang dilontarkannya.

‎Pada 2018 lalu, Sukmawati juga pernah membuat kontroversi karena puisi yang dia ciptakan menyinggung soal azan dan cadar. Puisi itu dia bacakan saat 29 tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 lalu.

Kala itu Sukmawati dilaporkan oleh Persaudaraan Alumni 212 karena diduga melakukan penistaan agama. Puisi yang ia ciptakan diduga salah satu bentuk penistaan agama Islam karena membandingkan suara azan dengan cadar.

“Aku tak tahu syariat Islam. Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok. Lebih merdu dari alunan azan mu,” demikian bait puisi Sukmawati itu.‎

Tak berselang lama setelah itu, tepatnya pada 4 April 2018 lalu, Sukmawati menggelar konfrensi pers di sebuah restoran di kawasan Cikini, Jakarta. Kala itu Sukmawati sampai menangis terisak meminta maaf terkait polemik puisi yang ia yang ia ciptakan.

“Saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia, khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesia,” kata Sukmawati sambil menangis.

Karena puisinya menuai polemik, akhirnya putri dari Bungkarno itu pada 5 April 2018 lalu mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut digelar tertutup.

Setelah itu, Ketua Umum MUI yang kala itu masih dijabat oleh Ma’ruf Amin meminta umat muslim memaafkan putri dari Bung Karno tersebut. Ma’ruf tak ingin polemik tersebut diperpanjang.

Namun pelaporan Alumni Persaudaraan 212 tak dilanjutkan oleh pihak kepolisian terkait dugaan penistaan agama itu.‎ Polisi akhirnya resmi menghentikan kasus dugaan penistaan agama yang memperkarakan Sukmawati pada 17 Juni 2018.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan, polisi tidak menemukan perbuatan melawan hukum atau pidana sehingga perkara tersebut tidak dapat dinaikkan ke tahap penyidikan.

Setahun berselang, Sukmawati menuai polemik baru. Ia dilaporkan oleh Koordinator Bela Islam (Korlabi). Atas dugaan penistaan agama dalam sebuah forum yang videonya beredar di media sosial.

Dalam video itu, Sukmawati tampak bertanya kepada para penonton soal Pancasila dan Alquran serta pertanyaan membandingkan Soekarno dan Nabi Muhammad SAW.

“Mana yang lebih bagus Pancasila sama Alquran? Gitu kan. Sekarang saya mau tanya ini semua, yang berjuang di abad 20 itu Nabi yang mulia Muhammad, apa Insinyur Sukarno? Untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau menjawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini. Terima kasih silahkan duduk,” ucap Sukmawati dalam video itu.

Adapun, laporan Korlabi tersebut pun tertuang dalam nomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 15 November 2019. Adapun pasal yang disangkakan dengan Pasal 156A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP.

JawaPos.com pun sudah berulang kali menghubungi Sukmawati Soekarnoputri. Namun belum ada respons atau keterangan terkait polemik membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Indonesia pertama Soekarno.‎

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads