JawaPos Radar

Jawab Dahnil, Polri Bantah Intervensi Muktamar Pemuda Muhammadiyah

18/10/2018, 16:35 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Jawab Dahnil, Polri Bantah Intervensi Muktamar Pemuda Muhammadiyah
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menjawab kecurigaan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Azhar Simanjuntak. Yakni soal pihaknya melakukan intervensi terhadap pelaksanaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah. 

Dia menjelaskan pertanyaan polisi kepada pimpinan Pemuda Muhammadiyah di daerah terkait pelaksanaan Muktamar adalah hal yang biasa dilakukan. Hal tersebut guna mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan dan juga dalam rangka pengamanan. 

"Jadi tidak hanya Pemuda Muhammadiyah saja, ketika ada organisasi pemuda yang akan melakukan Munas, melakukan kegiatan pusat pasti teman-teman di wilayah melakukan komunikasi juga paling tidak siapa saja yang berangkat ke Jakarta, siapa yang mewakili daerah tersebut, itu menjadi hal yang biasa," beber Setyo di Jakarta, Kamis (18/10).

Pertanyaan-pertanyaan lumrah itu, tidak berarti polisi mengintervensi. "Tetapi kalau kita intervensi, saya kira tidak. Kita tidak memilih satu atau menggiring salah satu calon," tukas Setyo.

Sebelumnya, usai keluar dari ruang pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus hukum Ratna Sarumpaet, Selasa kemarin, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Azhar Simanjuntak membuat kejutan. 

Dia menyebutkan, beberapa pimpinan daerah dan wilayah Pemuda Muhammadiyah didatangi oleh aparat kepolisian yang menanyakan terkait rencana Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah yang akan digelar pada tanggal 25-28 November 2018 di Universitas Muhammadiyah Jogyakarta.

Bahkan, Dahnil menyebut aparat kepolisian di daerah ditengarai menggiring untuk mendukung calon tertentu pada Muktamar PP Pemuda Muhammadiyah Februari mendatang. Anehnya, kata Dahnil, pertanyaan aparat kepolisian itu menjurus ke data-data Muktamar PP Pemuda Muhammadiyah.

"Apa urusan polisin nanyain data Muktamar? Mereka menanyakan kapan, siapa calonnya, apa yang dilaksanakan. Bahkan, ada yang mendorong, idealnya dipilih itu calon A," kata Dahnil.

Keesokannya, Dahnil lantas bersurat kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. "Untuk itu kami ingin mengkonfirmasi (tabayun) dan mohon klarifikasi terkait beberapa laporan tersebut. Kami mempertanyakan maksud pihak kepolisian menanyakan agenda Muktamar PP Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta dan mengarahkan dukung kepada salah satu pasangan calon? Terkhusus yang ingin kami tanyakan juga, apakah ini merupakan instruksi dari Bapak, selaku Kapolri?" kata Dahnil dalam surat tersebut. (DNA)
 

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up