JawaPos Radar

Bareskrim Curiga Gunawan Mau Hambat Penyidikan

18/10/2018, 18:46 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Bareskrim Curiga Gunawan Mau Hambat Penyidikan
Bareskrim Polri (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tingkah bos gula Gunawan Jusuf yang bolak-balik mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dipandang negatif oleh Bareskrim Mabes Polri. Mereka curiga itu sebagai cara untuk menghambat proses penyidikan.

Diketahui, Gunawan kembali mendaftarkan praperadilannya pada Selasa (9/10). Itu adalah ketiga kalinya dia mendaftar setelah mencabut gugatan praperadilannya dalam jarak waktu yang cukup dekat.

Karena itu, Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Mabes Polri Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga akan berkoordinasi dengan PN Jakarta Selatan terkait masalah ini. 

"Apakah boleh begini (tiga kali ajukan praperadilan)? Apakah ini suatu cara atau suatu apa untuk menghambat penyidikan atau apa?" kata Daniel di Jakarta, Kamis (18/10).

Kendati demikian Daniel memastikan bahwa pihaknya tak gentar untuk terus melakukan penyelidikan terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam perkara tersebut. "Kan ada pasal utama, nah yang salah satunya kita tonjolkan memang TPPU-nya," pungkasnya.

Sekadar informasi, Gunawan nyatanya mencabut gugatan praperadilan pertama pada 24 September lalu. Namun di hari yang sama dia kembali mengajukan permohonan praperadilan terhadap penyidikan Direktorat Tipideksus Bareskrim Mabes Polri ke PN Jaksel. 

Sayangnya, dia kembali mencabut gugatan tersebut dan mendaftarkan kembali praperadilan untuk kasus yang sama ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Selasa (9/10).  

Dalam gugatannya, Gunawan mempersoalkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/547/IX/2016/DIT TIPIDDEKSUS tertanggal 1 September 2016 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/33/I/2018/DIT TIPIDDEKSUS tertanggal 4 Januari 2018.

Selain itu, pemohon juga mempermasalahkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan Nomor: B/172/XII/DIT TIPIDDEKSUS tertanggal 1 Desember 2016. Dalam perkara ini, Gunawan masih berstatus sebagai saksi.

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up