alexametrics

Jadi Tersangka, Imam Nahrawi Belum Berniat Mundur dari Posisi Menpora

18 September 2019, 23:00:35 WIB

JawaPos.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi langsung memberikan respon terkait penetapan tersangka dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Imam mengaku belum berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo soal penetapan dirinya sebagai tersangka kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ia pun belum menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya.

“Ya karena saya baru tahu sore tentu beri kesempatan saya nanti untuk berkonsultasi kepada bapak presiden,” kata Imam di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (18/9).

Terkait penetapannya sebagai tersangka ia bakal melapor kepada Jokowi. Menurutnya, ia akan menyerahkan segala keputusan jabatannya sebagai menteri kepada Jokowi.

“Untuk itu saya akan menyerahkan nanti kepada bapak presiden karena saya ini pembantu pak Presiden,” ujar Imam.

Imam juga diketahui merupakan kader dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia pun belum berkomunikasi dengan partainya dan Ketua Umum Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

“Belum, belum karena saya juga baru baca kan, baru tahu pengumumannya,” ucap Imam.

Kendati demikian, Imam mengharapkan penetapannya sebagai tersangka oleh KPK tidak bersifat politis. Politikus PKB ini mengaku akan menghadapi proses hukum tersebut.

“Saya berharap ini bukan sesuatu yang bersifat politis, saya berharap ini bukan sesuatu yang bersifat di luar hukum dan karenanya saya akan menghadapi dan tentu kebenaran harus dibuka seluas luasnya selebar-lebarnya,” ujar Imam.

Namun, Imam enggan merinci apa yang dimaksud bersifat politis dan di luar hukum tersebut. Pasalnya, Imam mengaku baru mendengar dan membaca berita soal dirinya ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya tidak bisa menduga-duga karena saya baru mendengar baru membaca apa yang disampaikan oleh pimpinan KPK tentang tuduhan itu,” urai Imam.

Ia pun meminta kepada komisi antirasuah agar membuktikan bahwa dirinya benar-benar menerima uang sebesar Rp26,5 miliar. Untuk itu, dirinya bakal mengikuti proses hukum yang berlaku.

“Buktikan saja, jangan pernah menuduh orang sebelum ada bukti,” tukas Imam.

Sebelumnya, KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka suap pemberian dana hibah Komite Olahraga Nasional (KONI). Ia diduga menerima uang sebesar Rp26,5 miliar sebagai bentuk commitment fee pengurusan proposal yang diajukan KONI kepada Kemenpora.

Imam disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads