alexametrics

Soal Adanya Isu Kebangkitan PKI, Ini Sikap Partai Demokrat

18 September 2017, 14:05:39 WIB

JawaPos.com – Acara di Lembaga ‎Bantuan Hukum (LBH) harus dibubarkan oleh kepolisian, lantaran diduga berkaitan dengan kebangkitan komunis dan PKI. Apalagi massa juga menggeruduk LBH untuk menghentikan acara berbau komunis ini.

Wakil Ketua Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, sesuai dengan TAP MPR Nomor 25/1966, segala bentuk acara yang berkaitan dengan komunisme harus dilarang. Oleh sebab itu, Partai Demokrat mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh kepolisian.

“Itu tidak boleh, dan dilarang dan pemerintah wajib melakukan dan melaksanakan aturan itu,” ujar Syarief saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (18/9).

Anggota Komisi I DPR ini juga berharap acara-acara yang berkaitan dengan komunis memang perlu mendapat perhatian dari kepolisian untuk melakukan pelarangan.

Namun jangan sampai pelarangan itu malah menimbulkan polemik di masyarakat. “Memang kepolisian untuk bisa menjaga ketertiban. Polisi memiliki hak untuk melakukan pembubaran tapi bukan represif,” katanya.

Saat disinggung mengenai isu tersebut berkaitan dengan Pilpres 2019 mendatang, Syarief mengaku tidak mengetahuinya. Yang terpenting menurutnya, bagi aparat kepolisian untuk melakukan pencegahan dini timbulnya komunisme ini.

“Memang harus waspada tetapi jangan politisir,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Minggu (17 /9) sekitar pukul 21.00 WIB, hingga Senin 18 September dini hari, ratusan massa datang menggerudug Gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Mereka meneriakkan acara yang digelar oleh LHB perlu dibubarkan karena mengkaitkan komunis dan PKI

Direktur LBH Jakarta, Alghiffari Aqsa‎ mengatakan, masyarakat telah termakan stigma dan tuduhan-tuduhan tidak berdasar, sehingga mereka melempari dengan batu dan melakukan provokasi-provokasi.

Sementara itu puluhan orang yang telah mengikuti acara #AsikAsikAksi yakni acara penampilan seni, puisi menyanyi dalam rangka keprihatinan atas pembubaran acara seminar sejarah yang dibubarkan oleh aparat pada Sabtu 16 November 2016, terkurung dan bertahan di dalam gedung LBH-YLBHI. 

LBH-YLBHI telah berulang kali menjelaskan bahwa tidak ada acara terkait PKI, aparat kepolisian mulai dari Kapolsek Menteng, Kapolres Jakarta Pusat, Kabaintelkam Mabes Polri juga Kapolda Metro Jaya telah melakukan klarifikasi, bahwa tidak ada acara yang berkaitan sama sekali dengan PKI atau Komunisme. Tetapi massa tidak mau mendengar dan melawan aparat.

Lebih lanjut dia menambahkan, ‎masyarakat telah menerima hoax atau berita-berita bohong telah disiarkan, yang sengaja diviralkan untuk menyerang LBH dilakukan secara sistematis dan meluas bahwa ini acara PKI. Hoax tersebut seperti acara itu menyanyikan lagu genjer-genjer dan kebangkitan PKI. Padahal sama sekali tidak ada.

 

Editor : admin

Reporter : (cr2/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Soal Adanya Isu Kebangkitan PKI, Ini Sikap Partai Demokrat