alexametrics

Penyerangan ke LBH, Masyarakat Terkena Berita Hoax

18 September 2017, 14:02:26 WIB

JawaPos.com – ‎Pada minggu malam 17 September 2017 sekitar pukul 21.00 hingga Senin 18 September dini hari ratusan massa datang mengepung Gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Mereka meneriakkan acara yang digelar oleh LHB perlu dibubarkan karena membangkitkan komunis dan PKI.

Direktur LBH Jakarta, Alghiffari Aqsa‎ menuding, mereka melakukan stigma dan tuduhan-tuduhan tidak berdasar, serta mencoba masuk, melempari dengan batu dan melakukan provokasi-provokasi.

“Mereka juga mencoba membuat kerusuhan,” ujar Alghiffari dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (18/9).

Sementara itu puluhan orang yang telah mengikuti acara #AsikAsikAksi yakni acara penampilan seni, puisi menyanyi dalam rangka keprihatinan atas pembubaran acara seminar sejarah yang dibubarkan oleh aparat pada Sabtu 16 November 2016, terkurung dan bertahan didalam gedung LBH-YLBHI.

LBH-YLBHI telah berulang kali menjelaskan bahwa tidak ada acara terkait PKI, aparat kepolisian mulai dari Kapolsek Menteng, Kapolres Jakarta Pusat, Kabaintelkam Mabes Polri juga Kapolda Metro Jaya telah melakukan klarifikasi langsung bahwa tidak ada acara yang berkaitan sama sekali dengan PKI atau Komunisme.

“Tetapi massa tidak mau mendengar dan melawan aparat,” katanya.

Lebih lanjut dia menambahkan, ‎masyarakat telah menerima oax atau berita-berita bohong telah disiarkan, propaganda tuduhan yang mengada-ada telah diviralkan, instruksi-instruksi untuk menyerang LBH dilakukan secara sistematis dan meluas bahwa ini acara PKI.

“Seperti hoax menyanyikan lagu genjer-genjer dan lain-lain. Padahal sama sekali tidak ada, kami khawatir ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang menghendaki chaos dan rusuh,” ungkapnya.

Menurut dia, LBH-YLBHI adalah rumah bagi masyarakat miskin buta hukum dan tertindas, semua kelompok mengadu dan meminta bantuan hukum. Sesuai semangat LBH, prinsip negara hukum dan kode etik profesi dan bantuan hukum, semua didampingi tanpa pandang bulu, tidak memandang suku, agama, ras, keyakinan politik, golongan.

“LBH mendampingi juga korban-korban yang distigma 65, mereka yang sama sekali tidak berafiliasi dengan PKI tapi jadi korban kemudian,” katanya.

LBH-YLBHI juga jadi ruang semua untuk bertemu, menyampaikan pendapat, berdiskusi, dan lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai HAM, demokrasi.

Editor : admin

Reporter : (cr2/JPC)



Close Ads
Penyerangan ke LBH, Masyarakat Terkena Berita Hoax