alexametrics

Tito: Penyerang Mapolsek Wonokromo Radikal karena Kajian di Internet

18 Agustus 2019, 20:39:29 WIB

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian angkat bicara terkait penyerangan terhadap Mapolsek Wonokromo. Tito menyebut, Imam Musthofa yang diduga pelaku penyerangan mengalami self radicalism atau radikalisasi diri sendiri.

“Tersangka ini yang sudah ditangkap ini dia mengalami self radicalism atau radikalisasi diri sendiri karena melihat online, kemudian dari gadget internetnya mengikuti kajian-kajian,” kata Tito di kediaman Oesman Sapta Odang (OSO), Minggu (18/8).

Mantan Kapolda Metro Jaya ini pun menjelaskan, Imam mengikuti sejumlah kajian dari media online. Akibat melihat kajian dari internet itu, Imam memiliki intepretasi mengenai jihad yang mengarah ke kekerasan. Menurut Tito, Imam kemudian melakukan penyerangan kepada aparat kepolisian karena polisi dianggap sebagai thogut dan kafir.

“Polisi dianggapnya thogut karena bagi mereka polisi itu selain thogut, dianggap kafir harbi sering melalukan penegakan hukum pada mereka. Sehingga bagi dia melakukan serangan ke polisi mendapat pahala,” ujar Tito.

Mantan Kepala BNPT ini pun menyebut, Imam kini tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh petugas. Polri langsung melakukan evaluasi terkait sistem keamanan atas peristiwa tersebut.

Kendati demikian, Polri belum bisa mengidentifikasi, Imam masuk ke dalam jaringan radikal mana. Dia pun telah memerintahkan jajarannya untuk menangkap semua jaringan yang terindikasi teror.

“Saya perintahkan untuk kembangkan. Kalau ada jaringan, saya perintahkan untuk semua jaringan ditangkap,” tegasnya.

Mantan Kepala Desa Talaga, Abdul Hadi menyampaikan bahwa Imam merupakan warga Talaga. Menurutnya, Imam disebut merupakan seorang yang pendiam dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

“Dulu saat sekolah dia sambil mondok di Perenduan, setelah mondok dia menikah dengan Fatimah dan pindah ke Surabaya,” ucap Hadi.

Hosnan, paman Imam membenarkan ucapam Hadi. Setelah menikah dan pindah ke Surabaya, Imam jarang pulang.

“Terakhir pulang beberapa minggu lalu, karena bapak dan ibunya berangkat haji,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, penyerangan terhadap Polsek Wonokromo yang dilakukan Imam Musthofa terjadi Sabtu (17/8) malam. Penyerangan itu mengakibatkan dua petugas kepolisian mengalami luka-luka. Imam Musthofa diduga terindikasi ISIS. Imam diketahui belajar sendiri mengenai ISIS secara otodidak.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads