alexametrics
Dugaan Gratifikasi Bowo Sidik Pangarso

Mendag Enggar Mangkir Tiga Kali, KPK Segera Tentukan Sikap Hukum

18 Juli 2019, 19:57:00 WIB

JawaPos.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita telah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politikus Partai Nasdem itu mangkir pada 2, 8, dan 18 Juli 2019 yang sedianya bakal diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik Pangarso.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, Enggar seharusnya dapat menjelaskan dugaan pemberian gratifikasi kepada Bowo. Gratifikasi tersebut terkait pengadaan gula rafinasi.

“Salah satu di antaranya kami duga terkait dengan aturan tentang gula kristal rafinasi. Sehingga pemeriksaan ini juga ditujukan agar menteri memiliki ruang untuk klarifikasi pada penyidik, apakah benar pernah memberikan secara langsung atau tidak langsung, atau tidak pernah memberikan gratifikasi atau bahkan tidak mengetahui peristiwa tersebut,” kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (18/7).

Namun ruang klarifikasi tersebut, tidak digunakan oleh Enggar. Sehingga KPK akan membahas lebih lanjut terkait langkah untuk menindaklanjuti sikap Enggar yang dinilai tidak taat hukum.

“KPK memandang telah memberikan ruang yang cukup bagi Menteri Perdagangan untuk menyampaikan informasi yang benar menurut yang bersangkutan,” ucap Febri.

Mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ini menyebut, sepanjang proses penyidikan KPK juga telah memanggil saksi-saksi lain dari pihak Kemendag. Namun beberapa saksi itu juga tak menghadiri panggilan KPK.

“Kami juga mempertanyakan komitmen pihak Kementerian Perdagangan dalam mendukung pemberantasan korupsi, karena saksi-saksi yang tidak hadir saat dipanggil pertama, selain Menteri Perdagangan juga pejabat-pejabat lain di Kementerian Perdagangan,” sesalnya.

Dalam penyidikan gratifikasi Bowo, KPK telah menggeledah sejumlah tempat, termasuk ruang kerja Enggartiasto Lukita dan ruang kerja Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Demokrat, Nasir.

Penyidik juga turut menggeledah kediaman Enggar. Dalam penggeledahan itu tak ditemukan alat bukti apapun yang dapat disita sebagai bukti perkara.

Diketahui saat ini KPK mulai menelusuri dugaan sumber dana gratifikasi Bowo Sidik Pangarso terkait sejumlah kewenangannya sebagai anggota DPR. Salah satu dugaannya ialah terkait penyusunan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terkait gula kristal rafinasi.

Bowo Sidik menjadi tersangka dalam dua jenis perkara. Pertama, kasus dugaan suap terkait kerja sama penyewaan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG).

Bowo diduga sudah menerima uang sebanyak enam kali dengan nilai mencapai Rp 221 juta dan 85.130 dollar Amerika Serikat. Pihak terduga pemberi suap adalah Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti.

Uang itu diduga berkaitan dengan commitment fee untuk membantu pihak PT HTK menjalin kerja sama penyewaan kapal dengan PT PILOG. Penyewaan itu terkait kepentingan distribusi.

Kemudian, pada pengembangan perkara, KPK menduga ada penerimaan dari sumber lain oleh Bowo, terkait jabatannya sebagai anggota DPR. Saat ini, KPK masih menelusuri lebih lanjut sumber penerimaan lain tersebut. Hal itu mengingat KPK juga menemukan 400.000 amplop uang sekitar Rp 8 miliar.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads