JawaPos Radar

Ditangkap KPK, Segini Harta yang Dimiliki Bupati Labuhan Batu

18/07/2018, 01:00 WIB | Editor: Kuswandi
Barbuk OTT
lustrasi: Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti uang suap hasil operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Bandung Barat, beberapa waktu lalu. (Miftahul Hayat/ Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta dan Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara pada Selasa (17/7). Dalam operasi senyap tersebut, KPK mengamankan Bupati Labuhan Batu berinisial PH dan empat pihak lain.

Penangkapan dilakukan karena PH diduga menerima duit suap senilai Rp 500 juta dari seorang pihak swasta guna memuluskan proyek di Dinas PUPR setempat.

Ditelisik melalui website KPK yang berisi data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di laman https://acch.kpk.go.id/aplikasi-lhkpn/. PH terungkap memiliki total harta kekayaan senilai Rp 5 miliar lebih yang dilaporkan terakhir kali pada 7 Oktober 2016.

Dalam catatan tersebut, terungkap PH memiliki harta tidak bergerak berbentuk bangunan dan tanah sejumlah 30 buah yang berlokasi Labuhan Batu, Deli Serdang, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu Selatan, dan Medan dengan total Rp 2,6 miliar.

Selain itu, dia juga mempunyai harta bergerak berbentuk transportasi yakni tiga buah mobil bermerek Ford Fiesta, Mitshubishi (Truck), dan Mitshubishi Strada Triton senilai Rp 1,2 miliar. Kemudian, PH memiliki harta bergerak lainnya berbentuk logam mulia senilai Rp 38 juta. Adapun, giro dan setara kas senilai Rp 1,1 miliar.

Sebelumnya, seorang kepala daerah dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi Selasa (17/7) malam. Kali ini, kepala daerah yang diamankan yakni Bupati Labuhan Batu, Sumut, PH.

"Bupati Labuhan Batu (yang di OTT)," kata sumber JawaPos.com di KPK, Selasa (17/7) malam. Hal senada juga dibenarkan sumber JawaPos.com lain.

Selain menangkap sang kepala daerah, dalam operasi kedap tersebut, tim juga berhasil mengamankan beberapa pihak lain yang diduga turut serta dan mengetahui adanya perkara dugaan suap-menyuap tersebut.

Terpisah, dikonfirmasi perihal adanya OTT ini, Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkannya. "Ya benar ada kegiatan di Labuhan Batu dan Jakarta, sekitar 5 orang diamankan," kata Febri.

(ce1/ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up