alexametrics

Dirut Jasa Marga Berpotensi Diperiksa KPK Terkait Kasus Waskita Karya

18 Juni 2019, 15:26:58 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi 14 proyek yang digarap PT Waskita Karya. Dalam pengusutannya, lembaga antirasuah itu membuka peluang untuk memeriksa Dirut Jasa Marga Dessy Aryani maupun pihak lainnya.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengklarifikasi dokumen-dokumen yang telah disita tim penyidik saat menggeledah sejumlah lokasi. Salah satunya dari rumah Dessi. Sebelum menjabat dirut Jasa Marga, Dessy merupakan direktur operasi I PT Waskita Karya.

“Prinsip dasarnya, ketika kami melakukan penggeledahan dan ada bukti yang disita di sana pasti akan diklarifikasi. Klarifikasi itu bisa dilakukan pada saksi tersebut, pemilik rumah, atau pada pihak lain. Kalau misalnya dokumen yang ditemukan itu terkait dengan peran pihak lain, maka dengan dokumen yang ada itu kami klarifikasi pada pihak lain,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (18/7).

Febri menyampaikan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti pihak-pihak yang bakal diperiksa untuk mengklarifikasi dokumen-dokumen tersebut. Namun, dokumen-dokumen yang disita dalam proses penggeledahan bakal diklarifikasi kepada pihak terkait.

“Nanti akan diinformasikan lagi siapa saja saksi yang akan diperiksa. Kalau ada informasi-informasi baru, nanti kami uraikan lebih lanjut. Tidak tertutup kemungkinan ada temuan-temuan baru. Kalau ada informasi akan baru disampaikan,” ucap Febri.

Dalam perkembangan penyidikan, KPK menduga kasus korupsi 14 proyek yang digarap PT Waskita Karya merugikan keuangan negara lebih dari Rp 186 miliar, sebagaimana yang ditaksir selama ini. Untuk memastikan nilai kerugian keuangan negara dari kasus ini, KPK berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Koordinasi yang lebih intens dilakukan dengan BPK agar temuan-temuan dugaan kerugian keuangan negara ini bisa dipastikan secara lebih rinci,” tutur Febri.

Hari ini, tim penyidik KPK memeriksa Staf Keuangan Divisi II PT Waskita Karya Wagimin untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman. Pemeriksaan terhadap Wagimin dilakukan tim penyidik untuk mematangkan perhitungan kerugian keuangan negara.

“Jadi pemeriksaan oleh penyidik sekaligus merupakan proses mematangkan perhitungan kerugian keuangan negara, karena kami juga sedang berkoordinasi secara intensif dengan BPK diduga kerugian keuangan negara dari satu perkara ini saja yang ditangani tim adalah sekitar 186 miliar,” jelas Febri.

Dalam kasus ini, Fathor dan mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Proyek-proyek tersebut telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini. Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.

Atas subkontrak pekerjaan fiktif ini, PT Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut. Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya tersebut kepada sejumlah pihak, termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Dalam perkara ini, tim penyidik telah menyita sejumlah dokumen penting. Dokumen-dokumen terkait proyek yang digarap PT Waskita Karya itu disita tim penyidik saat menggeledah sejumlah lokasi beberapa waktu lalu, salah satunya rumah Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga, Desi Arryani. Diketahui, sebelum menjabat sebagai Dirut Jasa Marga, Desi merupakan Direktur Operasi I PT Waskita Karya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads